Madiun

Anak-Anak Bersukacita Rayakan Natal

MENEBAR KASIH TIDAK TEBANG PILIH

MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Misa pagi di Gereja Santo Cornelius berlangsung riang gembira Rabu (25/12). Misa yang dipimpin Romo Yustinus Sumantri itu diikuti 100 anak Katolik. Diawali tarian yang diikuti petugas liturgi sampai masuk ke dalam gereja. Dilanjutkan pemberkatan khusus bagi anak-anak yang belum menerima komuni.

Koordinator Penerima Tamu Panitia Natal Gereja Santo Cornelius Reni Sembiring mengutarakan, misa kali ini berbeda dengan Natal sebelumnya. Kali ini anak-anak dilibatkan menjadi pembawa persembahan dan menyanyi paduan suara. Setelah misa dilanjutkan pesta anak di halaman kepastoran. ‘’Kami menghelat lomba bercerita dan bernyanyi bagi anak-anak,’’ kata Reni.

Mahasiswa Program Pengalaman Lapangan (PPL) STKIP Widya Yuwana juga turut serta memeriahkan pesta anak. Panggung gembira pun diramaikan beberapa tampilan. Semua dilangsungkan untuk membangun kebersamaan dan mengukuhkan tali persaudaraan. ‘’Kami menanamkan nilai agar anak memiliki kasih pada semua orang tanpa pandang bulu,’’ ujarnya.

Lewat misa kemarin, anak-anak diberi nasihat betapa pentingnya menghargai orang lain. Sejalan dengan pesan hiduplah sebagai sahabat semua orang yang menjadi tema Natal tahun ini. ‘’Di panggung gembira ini anak-anak bisa merasakan sukacita dari misa Natal,’’ imbuh Davit Anggoro Putro, salah seorang mahasiswa PPL. (mg3/c1/fin)

34 Napi Dapat Remisi Bervariasi

SEBANYAK 34 narapidana kristiani mendapatkan remisi keagamaan tepat di hari Natal Rabu (25/12). Pengurangan masa tahanan itu diberikan bagi narapidana yang dianggap memenuhi syarat. ‘’Ada beberapa yang tidak memenuhi syarat,’’ kata Plh Kalapas Klas I Madiun Sambiyo.

Surat keputusan (SK) remisi diserahkan saat misa atau kebaktian di Gereja Paulus, Lapas Madiun, kemarin. Keringanan masa hukuman ini diberikan serentak di seluruh tahanan se-tanah air. ‘’Yang diusulkan 51 napi, tapi 17 tidak memenuhi syarat,’’ ujarnya.

Adapun 34 napi yang mendapatkan remisi keagamaan terdiri 18 tahanan narkoba dan 16 napi kriminal umum. Untuk pengurangan masa tahanannya bervariasi. Mulai 15 hari, satu bulan, hingga satu setengah bulan. ‘’Syaratnya tentu berkelakuan baik dan rajin mengikuti bimbingan kerohanian. Juga telah menjalani pidana badan minimal enam bulan,’’ terang Sambiyo.

Penyerahan SK remisi keagamaan berlangsung sederhana namun khidmat dan istimewa. Puluhan napi yang terpilih berkesempatan merayakan Natal bersama keluarga. ‘’Semoga bisa memperbaiki diri untuk bekal kembali ke masyarakat,’’ ucapnya. (kid/c1/fin)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button