Opini

Amunisi Baru

KASUS konfirmasi Covid-19 tengah naik secara nasional. Di Kota Madiun juga kembali bertambah belakangan ini. Hingga Minggu (13/9) tercatat di angka 99. Namun, jumlah kesembuhan di kota kita juga cukup tinggi. Dari jumlah konfirmasi itu, 79 sudah sembuh. Jika dipersentase, kesembuhan mencapai 79 persen. Tetapi tentu bukan hanya itu acuannya. Saya ingin benar-benar tidak ada penambahan kasus baru lagi. Sebaliknya, yang sakit segera sembuh.

Mewujudkan itu tentu tidak bisa hanya pasrah. Harus ada upaya dan doa. Semua sudah kita lakukan. Penyemprotan disinfektan hingga penegakan aturan terus kita lakukan. Ini cukup efektif. Terbukti, beberapa waktu lalu sempat tak ada penambahan kasus. Sebaliknya, yang sakit satu per satu sembuh. Namun, ada delapan kasus baru di lima hari terakhir. Artinya, harus ada upaya baru sambil pola lama kita tingkatkan.

Peningkatan upaya melawan Covid-19 ini tentu tak terlepas dari sarana dan SDM di belakangnya. Sarana yang kita miliki sudah cukup bagus. Kita punya banyak peralatan untuk itu. Tatkala ini belum maksimal berarti ada masalah dengan SDM di belakangnya. Saya rasa semua sudah paham cerita selanjutnya. Ya, penataan birokrasi. Saya lakukan Selasa dan Rabu lalu. Total ada 102 pejabat struktural dan 136 pejabat fungsional. Tempatnya di Taman Sumber Wangi.

Penataan birokrasi ratusan pejabat eselon IV sampai II itu bukan asal-asalan. Penempatan sudah disesuaikan dengan bidang dan keahlian masing-masing. Baik secara latar belakang pendidikan maupun kemampuan di luar akademi. Tim Badan Pertimbangan Jabatan dan Kepangkatan (Baperjakat) telah menggodok penempatan pejabat tersebut sejak empat bulan terakhir. Tugas tim Baperjakat memang agak berat kali ini. Pertimbangan penempatan ratusan pejabat itu juga disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan Kota Madiun terkini. Salah satunya, terkait pencegahan Covid-19 dan peningkatan perekonomian.

Saya ingin mereka yang ditempatkan pada posisi baru nanti optimal dalam urusan mengerem Covid-19 dan memacu ekonomi. Penanganan Covid-19 memang tak cukup dengan upaya. Namun, butuh pemikiran dan terobosan-terobosan yang tepat dan cepat. Saya butuh orang-orang seperti itu. Yang cekatan dan bisa diandalkan. Yang pemikirannya membuahkan solusi cemerlang. Saya butuh itu segera. Sebelum kasus Covid-19 bertambah banyak dan perekonomian terjun bebas.

Secara tertulis memang mereka sudah berpindah pada jabatan baru. Tapi baru benar-benar aktif hari ini. Saya memaklumi. Karena perpindahan tentu butuh proses. Ada hal-hal yang harus disampaikan kepada bawahan. Ada berkas-berkas yang juga harus turut dibawa. Karenanya, bisa dibilang hari ini bendera start mulai dikibarkan. Kita lihat hasilnya ke depan. Evaluasi tentu kita lakukan. Bukan hanya kepada yang baru dilantik kemarin. Tapi juga bagi pejabat lama. Yang tidak turut dimutasi. Mereka ini bukan berarti sudah tidak akan dipindah.

Saya ingin melihat awal tahun nanti. Saat audit BPK dilakukan. Ya, BPK memang melaksanakan audit tahunan. Melihat bagaimana keuangan dalam satu tahun anggaran itu. Audit awal tahun depan untuk melihat pelaksanaan keuangan tahun ini. Itu juga saya jadikan salah satu pertimbahan nanti. OPD yang terbukti lemot siap-siap angkat kaki. Proses ini dimulai akhir tahun ini. Mulai dari penyusunan laporan yang biasa di akhir atau awal tahun berikutnya.

Tahun ini kita membuat rekor terkait pelaporan keuangan tahun anggaran 2019. Laporan sudah kita serahkan kepada BPK sebelum lewat Januari. Kita yang pertama di Jawa Timur dan tercepat kelima secara nasional. Ini harus menjadi tolok ukurnya. Pelaporan harus selesai sebelum Januari 2021 nanti. Jika molor, OPD yang menjadi penghambat juga wajib berhati-hati. Siap-siap angkat kaki. Yang kedua, tentu hasil pemeriksaan BPK nanti. OPD mana yang tercatat banyak temuan, itu juga harus berhati-hati. Bagi saya tidak ada main mata. Semua berbasis kinerja. Mutasi juga sebagai bentuk penataan birokrasi menuju pemerintahan yang bersih berwibawa. Seperti visi misi saya bersama ibu wakil wali kota.

Ada yang bertanya, kenapa pelantikan di Taman Sumber Wangi? Penerapan protokol kesehatan tentunya. Agar bisa menerapkan jaga jarak. Namun, tentu ada arti secara filosofi. Taman itu taman baru. Pejabat yang dilantik juga harus bisa mengikuti pola dan perkembangan kota yang baru. Yang sesuai dengan keinginan masyarakat. Kita tahu bahwa saat ini dalam masa kenormalan baru. Pejabat harus bisa mengimplementasikan di OPD dan di setiap pola kerja. Semua harus bisa menjalankan apa yang boleh dan tidak dilakukan dalam masa kenormalan baru. ASN haru jadi percontohan. Contoh bagi masyarakat dalam upaya melawan Covid-19 serta dalam upaya peningkatan perekonomian. Harapan besar kepada amunisi-amunisi baru ini. (*)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
               
         
close