Pacitan

Aliran Grindulu Kikis Tanah Semanten, Dua Rumah Dikosongkan

PACITAN, Jawa Pos Radar Pacitan – Gerusan arus sungai Grindulu membuat ketar-ketir warga Ngawen, Semanten, Pacitan. Meski tak sampai banjir, arusnya menggerus bibir sungai.

Mariyanto menuturkan gerusan arus sungai itu juga mengikis jalan dusun. Dua rumah di sekitarnya terpaksa dikosongkan. ‘’Bibir sungai terus tergerus sejak banjir 2017 lalu,’’ kata warga setempat itu.

Setiap banjir, rata-rata kikisan tanah sekitar 40 sentimeter hingga 1.5 meter. Sejak awal penghujan sampai sekarang sudah lima kali terkikis. Total tanah di tepi sungai yang tergerus kini mencapai kisaran 300 meter. ‘’Pendangkalan memperparah keadaan,’’ tegasnya.

Tahun lalu, warga setempat gotong royong memasang break water di tengah sungai. Ratusan ban dari kendaraan bekas ditanam menggunakan tiang pancang untuk membelokan aliran air. Satu alat berat juga dikerahkan untuk mengeruk pendangkalan. Namun, material penahan yang menghabiskan biaya 10 juta itu rusak saat diterjang banjir. ‘’Semakin kesini, aliran sungainya semakin belok ke sisi tebing,’’ ujarnya.

Persoalan ini juga berdampak serius terhadap puluhan warga lantaran merusak banyak tanaman di ladang garapan mereka. Sekurangnya 600 meter persegi lahan yang ditanami palawija dan ubi-ubian rusak. ‘’Masih dibayar pajaknya. Walaupun hilang, warga berharap bisa ambil material pasirnya,’’ tutur Mariyanto.

Mariyanto memprediksi terkikisnya tebing sungai bakal terus terjadi. Mengingat tanah sungai tersebut gembur dan berpasir. Dia berharap, kondisi ini lekas mendapat perhatian dari pemerintah setempat. Pemasangan break water dan bronjong batu sepanjang 50 meter diyakini bisa mengurangi tingkat kikisan. ‘’Sampai sekarang masih ada satu rumah yang jaraknya hanya lima meter dari tepi sungai,’’ ujarnya. (gen/fin)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button