features

Alesa Febi Nareswari, Tunarungu yang Laris Manis Jualan Dimsum

Tak Mau Perlakuan Diskriminatif Menimpa Rekan Senasibnya

Keterbatasan tak menjadi penghalang. Selama ada niat pasti ada jalan. Terlahir tunarungu tak membuat perempuan ini berkecil hati. Berbekal semangat, dia sukses menggeluti bisnis kuliner. Bahkan mampu memberi penghasilan pada rekan senasibnya.

SUGENG DWI N, Jawa Pos Radar Pacitan

AROMA sedap semerbak. Uap panas mengepul kala tudung bambu dibuka. Sesosok perempuan muda telaten menata makanan berbentuk mawar melingkar mengikuti tepian wadah pemanas. Senyumnya berganti bingung saat seorang lelaki datang hendak membeli dimsumnya. ‘’Maaf Mas, putri saya tunarungu. Kalau maskernya tidak dibuka nggak ngerti,’’ kata Septa Dini Hariwati yang mendapati putrinya kesulitan berkomunikasi.

Dua bulan sudah Alesa bisnis dimsum di ruko kawasan perempatan Bapangan, Bangunsari, Pacitan. Didampingi ibunya, keduanya setia melayani pelanggan. Bukan perkara gampang bagi perempuan 21 tahun itu menghadapi pembeli. Indra pendengarannya yang tak berfungsi baik sejak lahir membuatnya sulit berkomunikasi. ‘’Sebenarnya bisa diajak ngobrol, tapi harus lewat gerak bibir,’’ ujar Septa.

Selain menjaga kios, saban hari lulusan SLB Sukoharjo, Jawa Tengah, itu ikut membuat dimsum. Dibantu empat rekan sesama tunarungu, ribuan dimsum dibuat tak jauh dari kios mereka. Mulai dari mencincang daging hingga siap saji. Belajar resep dari YouTube, makanan khas Tiongkok buatan mereka itu diburu pembeli. ‘’Banyak juga buat reseller, seperti dari Madiun dan Ponorogo. Bahkan, pesanan juga dari Jakarta,’’ jelas Septa sembari menyebut kiosnya buka pukul 09.00 hingga 20.00.

Alesa sengaja mengajak rekan senasibnya membantu pekerjaan. Tujuannya, membantu sesama tunarungu. Pun, diskiriminasi yang sempat dirasakan saat jadi karyawan selepas lulus SMA tahun lalu agar tak dirasakan rekannya. Ke depan Alesa ingin mandiri membuka kios dan melanjutkan merekrut sesama disabilitas. ‘’Sebenarnya kalau dari kecerdasan normal, bahkan lebih cerdas dari kita. Sebetulnya gampang kalau mau sabar,’’ tutur Septa. *(sat/c1)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button