Mejayan

Alat Tes Cepat Menipis, RSUD Caruban Ajukan Tambahan 1.000 Unit ke Pemprov Jatim

MEJAYAN, Jawa Pos Radar Caruban – Stok alat tes cepat di RSUD Caruban menipis. Rumah sakit pelat merah rujukan penanganan Covid-19 itu tinggal memiliki enam unit rapid test. Jumlah minim itu bakal memengaruhi kualitas pelayanan di saat masa pandemi belum juga menunjukkan tanda segera berakhir.

Direktur Utama RSUD Caruban Djoko Santoso mengungkapkan, Pemprov Jawa Timur menyalurkan 140 unit alat tes cepat. Bersamaan penunjukan instansinya sebagai tempat rujukan penanganan korona akhir Maret lalu. Sebanyak 134 unit telah digunakan untuk memeriksa pasien dan petugas medis. ‘’Sisa enam tidak bisa mencukupi kebutuhan,’’ katanya Kamis (30/4).

Menurut Djoko, alat rapid test bantuan pemprov itu jumlahnya masih kurang. Sebab, idealnya satu pasien menjalani tes cepat sebanyak dua kali. Karena kuantitas yang terbatas, pasien reaktif pada pemeriksaan pertama langsung dilanjutkan tes swab. Sedangkan yang nonreaktif diminta isolasi mandiri di rumah. ‘’Kalau kondisi kesehatannya memburuk akan ditindaklanjuti lagi,’’ ujarnya.

RSUD Caruban bisa saja melakukan pengadaan rapid test. Instansi itu menerima kucuran dana belanja tidak terduga (BTT) tahap pertama Rp 567 juta. Persoalannya, barang yang ingin dibeli langka. ‘’Meski tidak bisa memastikan 100 persen, rapid test paling tidak bisa mendeteksi dini Covid-19. Kami tidak bisa berbuat banyak kalau barangnya tidak ada di pasaran,’’ paparnya.

RSUD Caruban berusaha mencari jalan keluar agar stok rapid test tidak terus-menerus sekarat. Salah satu upayanya mengajukan tambahan bantuan ke pemprov. ‘’Kami ajukan 1.000 unit untuk setidaknya 500 pasien. Tapi, dikasih berapa belum tahu karena banyak rumah sakit yang juga membutuhkan,’’ terang Djoko.

Selain itu, Djoko mengusulkan BTT tahap kedua sebesar Rp 8 miliar. Dana itu untuk penanganan korona hingga Oktober nanti. Termasuk belanja rapid test dengan catatan barangnya tersedia. ‘’Kalau untuk mencukupi alat-alat medis lainnya sudah memakai dana seperti DAK (dana alokasi khusus, Red),’’ ungkapnya. (den/c1/cor)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
               
         
close