Madiun

Alat Rapid Test Terbatas, Terapkan Skala Prioritas

MADIUN, Jawa Pos Radar Caruban – Temuan kasus pasien ke-30 belum mendorong Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Madiun menggelar tes cepat Covid-19 di pasar rakyat. Sebab, belum ada kepastian mengenai perempuan yang kesehariannya berdagang di Pasar Bandungan, Saradan, itu tertular korona dari lingkungan pasar. ‘’Rapid test dilakukan jika telah ada kasus positif di suatu pasar,’’ kata Sekretaris Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Madiun Agung Tri Widodo Senin (1/6).

Agung menjelaskan, adanya kepastian penularan korona di pasar menjadi pemantik digelarnya uji cepat. Ketentuan itu mengacu penerapan skala prioritas penggunaan. Mempertimbangkan ketersediaan alat rapid test saat ini. ‘’Jumlahnya tidak akan mencukupi bila seluruh pedagang pasar (total ada 20 pasar umum di Kabupaten Madiun, Red) di-rapid test,’’ ujarnya. 

Dia tidak hafal angka pasti sisa stok alat rapid test. Namun, dari pengadaan 5.000 unit beberapa waktu lalu, sudah terpakai separo lebih. Selain sekitar 1.000 unit untuk tes cepat karyawan pabrik keretek PT Digjaya Mulia Abadi (DMA), juga untuk pelacakan kasus positif yang telah ditemukan sebelumnya. ‘’Nanti ada penambahan (belanja) rapid test,’’ katanya.

Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi, dan Usaha Mikro (Disperdakop-UM) Kabupaten Madiun Indra Setyawan mengatakan, potensi penularan korona di lingkungan pasar terbilang tinggi. Sebab, para pelaku transaksi jual-beli bisa berasal dari daerah mana pun. ‘’Seluruh lapisan masyarakat bisa berbelanja di pasar,’’ terangnya.

Karenanya, disperdakop-UM membuat serangkaian upaya pencegahan penyebaran Covid-19. Pedagang atau pengunjung diminta mengenakan masker, mencuci tangan, dan menerapkan jaga jarak fisik. Jam operasional pasar juga dibatasi hanya sembilan jam. Mulai pukul 03.00 hingga 12.00. ‘’Sebagian besar sudah berjalan dengan baik,’’ klaimnya. (den/c1/cor)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button