MadiunPolitik

Akun Medsos Paslon Wajib Ditutup

MADIUN – Hari ini tahapan pemilihan wali kota (pilwakot) resmi memasuki masa tenang hingga Selasa mendatang (26/6). Kondusivitas menjadi isu penting di mata Wali Kota Madiun Sugeng Rismiyanto (SR). Menurut SR, para pihak, mulai paslon hingga masyarakat yang akan menjadi calon pemilih nanti, wajib ikut menjaga kondusivitas Kota Madiun. ’’Jangan sampai ada gesekan-gesekan yang sifatnya memperkeruh keadaan. Kondusivitas keamanan harus yang utama,’’ tutur SR.

SR mengungkapkan, banyak hal yang patut menjadi perhatian masyarakat selama masa tenang. Termasuk di antaranya aparat penegak hukum dan pengawas pemilu atau panwaslu. Satu di antaranya adalah money politics atau politik uang. SR menginginkan semua pihak bisa bersikap dewasa dalam berpolitik dengan tidak melakukan praktik tersebut. ’’Kondisi yang aman dan damai ini penting untuk dipertahankan. Pilih dengan jernih dan hati nurani, pemimpin untuk lima tahun mendatang,’’ tekannya.

Selama tiga hari masa tenang, haram ada kampanye yang dilakukan oleh pasangan calon (paslon). Baik melalui alat peraga kampanye (APK), bahan kampanye (BK), termasuk melalui media sosial (medsos). Masa tenang juga patut diwaspadai memunculkan celah pelanggaran lain. ’’Akun medsos paslon yang terdaftar di KPU dan digunakan untuk kampanye juga harus ditutup,’’ tegas Ketua Panwaslu Kokok Heru Purwoko alias Kokok HP.

Sesuai data yang dimiliki KPU, paslon Maidi-Inda Raya Ayu Miko Saputri diketahui mendaftarkan empat akun medsos. Sedangkan paslon Harryadin Mahardika-Arief Rahman mendaftarkan lima akun medsos. Sementara itu, paslon Yusuf Rohana-Bambang Wahyudi mendaftarkan tiga akun medsos. Seluruh akun medsos itu, kata Kokok HP, wajib hilang dari peredaran di dunia maya terhitung mulai hari ini.

’’Tidak boleh lagi digunakan untuk kampanye. Hal yang sama berlaku untuk APK dan BK, paling lambat hari ini semua stakeholder sepakat untuk membersihkan,’’ tegasnya.

Kokok HP mengatakan, ada hal-hal yang menjadi atensi selama masa tenang tiga hari ini. Selain kampanye terselubung yang masih dilakukan paslon, pihaknya juga memelototi jika ada politik uang. Kokok HP menyebut pihaknya serius memberantas. Seluruh jajaran pengawas pemilu hingga di tingkat TPS akan dikerahkan. Jika terbukti, ancaman yang diterima paslon tak tanggung-tanggung: diskualifikasi. ’’Kalau yang kena memberi dan menerima bukan paslon, masih terancam pidana,’’ jelasnya.

Ketua KPU Sasongko berharap paslon dan masyarakat dapat memanfaatkan masa tenang selama tiga hari ini sebaik mungkin. Caranya dengan tidak menggunakannya sebagai waktu tambahan untuk berkampanye. Sebaliknya, masa tenang ditujukan untuk memberi kesempatan kepada para calon pemilih untuk menentukan siapa pilihannya.

’’Aturannya sudah jelas. Masa tenang tidak boleh digunakan untuk berkampanye atau bahkan money politics. Untuk memilih sesuai hati nurani, gunakan kesempatan masa tenang ini sebagai waktu untuk menimbang-nimbang pilihan di 27 Juni,’’ papar Sasongko.

Komitmen ketiga paslon juga dibutuhkan dalam menjaga kondusivitas kota. Ketiganya juga sudah saling serang antarpaslon mewarnai final debat publik pilwakot, Kamis malam (21/6). Tiga tema yang diusung dalam final debat publik mampu membuat ketiga paslon beradu argumen dan visi misi secara baik. Kesempatan itu sekaligus yang terakhir sebelum masa tenang.

Debat publik final diselenggarakan KPU Kamis lalu di Wisma Haji. Acara digelar selama dua jam. KPU menghadirkan tim panelis yang terdiri dua guru besar dan satu dosen dari tiga perguruan tinggi ternama. Di antaranya Universitas Negeri Sebelas Maret (UNS) Surakarta, Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), dan Universitas Airlanggar (Unair). ‘’Secara umum berjalan baik. Panelisnya juga bagus, pertanyaan yang diajukan berkualitas,’’ ungkap cawali nomor urut 1 Maidi.

Maidi yang menggandeng Inda Raya Ayu Miko Saputri sebagai cawawali itu membeber tiga tema utama yang menjadi bahasan debat dirinya dan kedua paslon lain. Yakni, seputar pelayanan dasar, kesejahteraan sosial, serta isu-isu kota. Saling serang pendapat antara dirinya dan paslon lain berjalan baik. ’’Antara paslon tentu ada yang paham pemerintahan, ada yang setengah tahu, ada yang mungkin belum tahu. Masyarakat yang bisa menilai,’’ kata cawali yang diusung PDIP, Partai Demokrat, PKB, PAN, dan PPP itu.

Cawali nomor urut dua Harryadin Mahardika mengaku puas dengan jalannya debat secara keseluruhan. Aksi saling serang argumen antarpaslon dinilainya justru menguntungkan pihaknya dan cawawali Arief Rahman yang berangkat dari jalur perseorangan. Misalnya, terkait pentingnya pemuda agar kembali membangun Kota Madiun. Pertanyaan paslon lain juga dipandang menguntungkan dirinya supaya untuk bisa lebih memperjelas program-program yang ditawarkan.

’’Harapannya hasil debat bisa menjadi pertimbangan terakhir dalam memilih calon pemimpin Kota Madiun. Juga cerminan yang paling jelas terhadap lima tahun ke depan nanti, nasib Kota Madiun akan dibuat seperti apa,’’ terangnya.

Cawali nomor urut tiga Yusuf Rohana juga mengaku puas atas debat publik final Kamis lalu. Secara umum, Yusuf yang diusung Partai Gerindra, Golkar, PKS, bersama Bambang Wahyudi itu puas. Namun, ada sejumlah catatan yang disayangkannya dari debat lalu. Semisal, pertanyaan dari tim panelis yang lebih mendominasi daripada sesi debat antarcalon itu sendiri. ’’Lebih banyak pertanyaan panelis dan warga daripada antarpaslon. Sehingga masyarakat sulit membandingkan,’’ pungkasnya. (naz/c1/ota)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close