Ponorogo

Aksi Solidaritas Penolakan Pemakaman di Semarang, 1.500 Perawat Kenakan Pita Hitam

PONOROGO, Jawa Pos Radar Ponorogo – Para tenaga kesehatan (nakes) di Ponorogo menunjukkan solidaritas kepada sejawatnya. Itu wujud keprihatinan penolakan pemakaman perawat yang meninggal akibat Covid-19 di Semarang, Jateng. Sejak Sabtu (11/4) hingga Kamis mendatang (16/4), ribuan nakes bertugas mengenakan pita hitam. ‘’Ini bentuk solidaritas sekaligus penghormatan kami sesama perawat,’’ kata Ketua Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Ponorogo Edi Kusnanto Senin (13/4).

PPNI Ponorogo sangat menyayangkan sikap warga di Semarang yang menolak jenazah sejawatnya dikebumikan di tempat pemakaman umum setempat. Padahal, perawat telah berjuang di garis depan dalam menghadapi korona. Dengan ikhlas merawat para pasien meski banyak yang tidak dilengkapi alat pelindung diri (APD) yang layak.

Edi menyebut, sedikitnya 1.500 perawat yang terdaftar di PPNI Ponorogo kompak mengenakan pita hitam. Menurut Edi, wajar jika ada nakes medis yang tertular Covid-19 ketika merawat pasien. ‘’Manakala tertular, itu risiko. Walaupun sudah mengenakan APD lengkap, manusia tidak akan tahu jika mendapat ujian tertular,’’ ujarnya.

Edi berharap, penolakan jenazah perawat Covid-19 tidak terulang lagi di kemudian hari. Masyarakat tidak perlu resah jika ada jenazah Covid-19 yang dimakamkan di lingkungannya. Sebab, jika telah sesuai prosedur kesehatan tidak akan ada potensi penularan ‘’Jadi, jangan sampai ada penolakan lagi, terutama bagi petugas kesehatan. Perawat itu salah satu garda terdepan, dalam melayani juga ikhlas sepenuh hati,’’ tegasnya.

PPNI Ponorogo memastikan ribuan perawat siap mengabdi. Edi meminta masyarakat ikut berperan aktif berperang melawan korona. Caranya, mematuhi anjuran pemerintah untuk bertahan di rumah. Jika terpaksa keluar rumah, wajib mengenakan masker. ‘’Menjaga kesehatan dan kebersihan itu penting. Jaga jarak, patuhi pembatasan fisik. Maka potensi penularan virus korona di Ponorogo bisa ditekan,’’ jelasnya. (naz/c1/sat)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

?php /** * The template for displaying the footer * */ defined( 'ABSPATH' ) || exit; // Exit if accessed directly do_action( 'TieLabs/after_main_content' ); TIELABS_HELPER::get_template_part( 'templates/footer' ); ?>
Close
               
         
close