features

Aksi Berbagi di Masa Pandemi ala Sewu Sewu Ae

Banyaknya warga terdampak pandemi Covid-19 mengetuk hati Anrico Alamsyah dan sejumlah rekannya untuk menggalang bantuan. Lewat gerakan Sewu Sewu Ae, saban hari ada saja donatur yang memberikan sumbangan.

SRI MULYANI, Jawa Pos Radar Madiun

GERAKAN sosial Sewu Sewu Ae muncul dari keprihatinan Anrico Alamsyah dan sejumlah rekannya saat melihat banyak warga terdampak wabah Covid-19. Pada 10 Juli lalu pemuda itu lantas mem-posting pamflet berisi ajakan berbagi dengan warga yang mengalami kesulitan di masa pandemi.

Tak disangka, malam harinya ada donatur yang bersedia membantu. Beberapa hari berselang lantas dibentuk tim yang saat ini berjumlah 13 orang. ‘’Berapa pun nominalnya kami terima. Punya Rp 1.000 tidak masalah, toh uang segitu juga berguna,’’ kata Rico, sapaan akrab Anrico Alamsyah, Selasa (3/8).

Pengumpulan donasi gerakan Sewu Sewu Ae dilakukan dengan sistem COD ala belanja online. Cara itu dipilih karena setiap hari uang yang terkumpul langsung dibelanjakan. Pun, saban hari Rico akan meng-update hasil donasi. ”Dengan COD, nominal berapa pun tak masalah. Kalau lewat rekening biasanya harus dalam jumlah besar,” ujarnya.

Dana yang terkumpul hari itu langsung dibelanjakan ke lapak UMKM. Kemudian, dibagikan kepada warga terdampak, termasuk mereka yang sedang menjalani isolasi mandiri (isoman). ”Selain makanan, juga ada vitamin,” terang mahasiswa sosiologi Universitas Jember tersebut.

Belakangan setelah lebih dari 20 kali aksi sosialnya berjalan, Rico dkk melebarkan sayap dengan mengalokasikan dana dari para donatur untuk diwujudkan paket sembako. Dibagikan kepada warga terdampak di wilayah kota maupun Kabupaten Madiun. ”Bantuan sembako kami simpan di base camp kami di Jalan Ringin,” tuturnya. * (isd/c1)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button