Madiun

AKP Fatah Meilana Mampir di Radar Madiun sebelum ke Madura

MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – AKP Fatah Meilana tidak lagi menjabat Kasatreskrim Polres Madiun Kota. Per Kamis (2/9) dia resmi menduduki jabatan barunya sebagai Kapolsek Robatal, Polres Sampang. Besok (5/9) Fatah berangkat ke Madura melanjutkan tugasnya sebagai pengayom masyarakat.

Segudang kesan dia dapatkan selama bertugas di wilayah hukum Kota Madiun sepanjang satu setengah tahun. Termasuk perjalanan tugas sebelumnya di Papua selama tujuh tahun. Cerita itu mengalir di bawah pohon mangga, ruang terbuka halaman belakang kantor Jawa Pos Radar Madiun, Kamis malam.

Fatah meluangkan waktu berkunjung ke kantor Jawa Pos Radar Madiun di Jalan Mayjen Panjaitan 12 sebelum meninggalkan Kota Madiun. ‘’Jos banget ini tempatnya, kayak kafe. Cocok buat nyangkruk, cari inspirasi, cari kawan. Pohon mangga jangan sampai dipotong ini,’’ puji Fatah.

Pandemi menjadi penanda tugasnya di Kota Madiun. Maret 2020 lalu, Fatah resmi menjabat Kasatreskrim Polres Madiun Kota. Sejak itu dia ingin berkunjung ke kantor Jawa Pos Radar Madiun. Namun, pandemi membuatnya makin sibuk. Seiring tugas Polri mendukung pemerintah dalam penanganan Covid-19. ‘’Pukul 22.00 lebih ini, saya sempatkan. Karena sejak awal saya ingin main ke kantor,’’ lanjutnya.

Baginya, Kota Madiun adalah kota yang ramah. Tak terkecuali sinergitas antarinstansi berjalan baik. Hal itu diperlukan untuk menghadapi gelombang pandemi. ‘’Saya tugas di sini langsung pandemi. Sinergitas antarinstansi yang berjalan sangat baik saya dapatkan di sini,’’ tuturnya.

Fatah dikenal supel. Selain masih muda, juga berjiwa rock and roll. Bahkan, kaus yang dikenakan saat ke kantor Jawa Pos Radar Madiun juga bertulis rock ‘n roll. Di ruangannya juga ada berbagai peranti musik seperti gitar akustik dan kajon. Mejanya banyak tumpukan buku bacaan. Mulai novel, biografi, hingga buku tentang hukum. ‘’Membaca itu seperti bermain musik, asyik pokoknya,’’ ungkapnya.

Selain hobi bermusik, Fatah juga terampil membuat sketsa wajah. Keterampilan itu dia salurkan saat menempuh pendidikan di Akademi Kepolisian (Akpol) hingga lulus 2012. Jika pelesir ke luar asrama, Fatah merampungkan pesanan sketsa wajah. ‘’Dulu masih pakai BBM (BlackBerry Messenger), pas pelesir ke luar asrama ada pesanan masuk. Ya saya kerjakan, nyalurkan hobi,’’ paparnya.

Lulus dari Akpol, Fatah melanjutkan ke Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK), lulus setahun berselang. Pada tahun yang sama (2013), dia mendapat tugas perdana sebagai Kaur Bin Ops Satreskrim Polres Jayapura, Papua. Satu setengah tahun berselang jadi Penjabat Sementara (Pjs) Kasatnarkoba Polres Jayapura, Papua. Kemudian Kapolsek Nimbokrang Polres Jayapura, Papua; Kanitreskrim Polsekta Abepura, Papua; dan Kasatreskrim Polres Keerom, Papua. ‘’Komunikasi menjadi kunci di mana pun menjalankan tugas,’’ jelasnya.

Tujuh tahun dia bertugas di Bumi Cendrawasih. Komunikasi yang baik menjadikan dia diterima masyarakat setempat. Kunci itu dibawa ke mana pun bertugas. Termasuk, selama di Kota Madiun. Kelak juga akan dibawa di tempat tugas barunya. ‘’Semoga makin solid dan makin aman, makin maju untuk Kota Madiun. Terima kasih banyak ya,’’ ucapnya. (kid/c1/sat)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button