Magetan

Akibat Tergerus Air Sungai, Batu Padas Jembatan Botok Ambles

MAGETAN, Jawa Pos Radar Magetan – Suara gemuruh menghentikan aktivitas Sri Muryati, warga Desa Botok, Karas, Magetan, memasak di dapur, Minggu pagi (8/9). Batu padas di bawah Jembatan Botok sisi selatan diketahui ambles. Panjangnya mencapai 10 meter dengan kedalaman dua meter. ‘’Sebelumnya bata padas sudah ambles di bagian utara jembatan,’’ kata Mur, sapaan Sri Muryati, Senin (9/9).

Mur menyebut, warga sempat dilanda kepanikan. Mereka khawatir fondasi jembatan pengubung ke Desa Truneng, Sukomoro, dan Desa Ginuk, Karas, itu ikut tertarik hingga membahayakan konstruksi jembatan. Sebab, panjang batu padas yang ambles itu melebihi panjangnya fondasi. Warga memutuskan menutup akses jalan untuk dump truck atau kendaraan muatan berat lainnya. ‘’Minggu siang ditutup dan lapor ke dinas terkait,’’ ujarnya.

Kemarin Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Magetan Hergunadi meninjau lokasi. Selain batu padas yang ambles, juga keamanan konstruksi jembatan. Hasilnya, infrastruktur bangunan itu bisa dilewati kendaraan berat. Namun, perlu segera ditangani untuk menghindari kerusakan konstruksi jembatan. ‘’Bulan depan mulai perbaikan,’’ tuturnya.

Hergunadi menyebut, bronjong kawat bakal dipasang pada batu padas yang ambles. Biayanya ditaksir sekitar Rp 170 juta. Karena kondisi darurat, dana tersebut mengambil anggaran rehabilitasi Jalan Truneng–Ginuk. ‘’Perbaikan jembatan ini lebih urgen, apalagi sebentar lagi datang musim penghujan,’’ katanya.

Menurut dia, penyebab amblesnya batu padas karena akumulasi gerusan air sungai dari periode sebelumnya. Ketika hujan, arus sungai cukup deras. Apalagi, air langsung menghantam bagian selatan jembatan. ‘’Karena di bagian tengah sungai ada bekas fondasi lama jembatan yang tak bisa dihancurkan,’’ terangnya. (fat/c1/cor)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close