Magetan

Akibat Anjloknya KA Wijayakusuma, 13 Kereta Telat Tiba

MAGETAN, Jawa Pos Radar Magetan – Perjalanan 13 kereta api (KA) molor tiba di Stasiun Madiun imbas tergelincirnya dua gerbong KA Wijayakusuma 7091C. Keterlambatan akibat moda transportasi yang keluar rel tidak jauh dari Stasiun Barat, Magetan, Selasa malam (5/11) itu mencapai tujuh jam. KA mengangkut 151 penumpang itu anjlok dari jalur ganda yang baru diaktifkan beberapa waktu lalu ‘’Kereta terdampak KA Singasari, KA Molek, KA Jayakarta, dan KA Bangunkarta (selengkapnya lihat grafis, Red),’’ sebut Humas PT KAI Daop 7 Madiun Ixfan Hendriwintoko Rabu (6/11).

Ixfan menjelaskan, proses evakuasi gerbong kereta ekonomi itu menggunakan crane. Membutuhkan waktu enam jam sejak kereta rute Surabaya-Cilacap, Jawa Barat, itu diketahui anjlok pukul 21.52. Gerbong bisa dinaikkan ke atas rel pukul 06.21. ‘’Hari ini (kemarin) lalu lintas kereta sudah kembali normal, meski masih ada yang terlambat,’’ ujarnya.

Setiap KA yang melintas di sekitar titik anjloknya Wijayakusuma dikenai pembatasan kecepatan. Maksimal 10 kilometer per jam. Langkah tersebut mengantisipasi hal tidak diinginkan. Sebab ada kemungkinan titik yang mengalami gangguan. Misalnya, letak dan posisi rel geometrinya tidak lagi sejajar. ‘’Telah kami benahi,’’  ucap Ixfan.

Dia mengungkapkan, gerbong yang anjlok pada rangkaian ketiga dan keempat. Masing-masing empat roda dan delapan roda keluar dari rel. Setelah kejadian, para penumpangnya melanjutkan perjalanan dengan tiga bus. Sedangkan para penumpang yang membatalkan tiket dampak keterlambatan, biayanya dikembalikan penuh. ‘’Untuk penumpang yang mengalami keterlambatan tiga jam ada pemulihan layanan,’’ ujarnya.

Ixfan belum tahu penyebab anjloknya kereta ekonomi itu. Tim internal KAI dan Kementerian Perhubungan (Kemenhub) masih melakukan penyelidikan. Apakah ada permasalahan pada jalur double track? ‘’Kementerian yang akan menjelaskan,’’ katanya. Sementara pihak Kemenhub yang berada di lokasi kejadian menolak memberikan keterangan. (fat/cor)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button