Magetan

Ajukan Rombak Letter U, Warga Sabar Menunggu

MAGETAN – Warga RT 6 RW 1 Kelurahan Sukowinangun tampaknya harus lebih bersabar lagi menanti realisasi pembangunan rumah susun sewa (rusuwa). Sebab, hingga kini belum ada progres yang berarti. Pengajuannya baru sampai tingkat provinsi. Padahal, harus pula diteruskan hingga pusat. ’’Sudah sampai provinsi. Sudah diminta gambarnya,” terang anggota LKM Darmanto.

Permukiman yang membentuk letter U itu akan dirombak. Hanya sisi barat dan timur yang akan disulap menjadi rusuwa. Sisi barat akan dijadikan dua gedung. Gedung pertama menghadap ke barat, yakni menghadap pasar sayur. Sedangkan gedung kedua menghadap ke timur. Masing-masing dua lantai dengan enam unit kamar. “Saat musrenbang juga sudah kami sampaikan,” jelasnya.

Sedangkan sisi timur akan menghadap ke barat. Total, bakal ada sekitar 40 unit kamar. Sedangkan rumah pada sisi utara bakal dibongkar dijadikan ruang terbuka hijau (RTH). Sehingga menambah menarik tampilan rusun. Sebab, lokasinya menjorok ke dalam di antara pasar dan permukiman warga. “Supaya banyak aktivitas warga,” jelasnya.

Jumlah unit kamarnya memang lebih banyak dibandingkan jumlah KK yang mendiami tanah milik aset tersebut. Sehingga, kata dia, diharapkan bisa menampung lebih banyak warga dari luar lingkungan tersebut. Sebab, masih banyak warga Kelurahan Sukowinangun yang belum memiliki rumah layak huni. Mereka harus mendapatkan fasilitas yang sama. ’’Kalau rusun, bangunannya pasti bagus,” jelasnya.

Rusuwa yang nantinya dibangun tidak akan memiliki fasilitas kamar mandi. Hanya ruang tidur, ruang tamu, dan dapur. Itu lantaran disana ada bangunan sanitasi berbasis masyarakat (sanimas). Sehingga, keberadaannya jangan sampai ditinggalkan. Harus tetap difungsikan. ’’Fasilitas penunjang, masyarakat bisa ambil dari sini (sanimas, red),” jelasnya.

Darmanto juga menanti-nantikan realisasi pembangunan rusun itu. Tiga bulan sebelum pembangunan, dia menginginkan adanya sosialisasi kepda masyarakat. Sehingga, mereka bisa mengungsi selama masa pembangunan. Jika sudah jadi dan siap dioperasionalkan, dia menginginkan agar 24 KK yang semula tinggal disana diprioritaskan. “Yang kosong baru ditinggali warga dari luar lingkungan ini,” pungkasnya. (bel/ota)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close