AdvertorialMagetan

Ajak Warga Gunakan Hak Pilih, Wujudkan Pilkades E-Voting Aman dan Damai

MAGETAN, Jawa Pos Radar Magetan – Visualisasi pelaksanaan pilkades e-voting ditunjukkan dengan epik oleh penampilan drama komedi hiburan rakyat BGS (bakat, gosong, dan senthun) di Pendapa Surya Graha Senin (25/11). Cara itu sengaja dipilih diskominfo sebagai penyelenggara acara untuk menyosialisasikan bahwa perbedaan pilihan merupakan suatu kewajaran. Serta tidak perlu adanya perpecahan.

Bupati Suprawoto menyatakan, pilkades e-voting merupakan lompatan yang luar biasa bagi Kabupaten Magetan. Terutama di tingkat Karesidenan Madiun. Karena Magetan merupakan pionir. ‘’Perkembangan teknologi sebuah keniscayaan. Tidak bisa dihindari,’’ katanya.

KOMEDI: Seni pertunjukan hiburan rakyat ditampilkan sebagai media sosialisasi pelaksanaan pilkades e-voting.

Bupati mengungkapkan, sistem pelaksanaan pilkades selalu mengalami perubahan dalam beberapa periode. Yang semula digelar terbuka di lapangan dan masyarakat bisa memilih cakades secara langsung, kemudian diubah oleh Belanda. Berdalih kerap mengundang pertikaian antarpenduduk, sistem administrasi kades selanjutnya diganti. Kades bisa menjabat seumur hidup.

Lalu, pemilihan dilaksanakan dengan mencantumkan gambar cakades pada surat suara. Hal tersebut untuk mempermudah mereka yang mengalami buta huruf dengan cukup mengenali wajah para cakades. Selanjutnya, gambar dan nama cakades dicantumkan dalam surat suara. ‘’Sekarang berkembang lagi menggunakan teknologi. Setelah ini siapa tahu berubah lagi,’’ ujar bupati yang akrab disapa Kang Woto itu.

Yang jelas, Kang Woto sengaja menerapakn pilkades e-voting untuk memosisikan Kabupaten Magetan di mata daerah lain. ‘’Magetan jangan hanya belajar terus ke daerah lain, tapi juga harus jadi tempat belajar. Salah satunya dengan e-voting ini,’’ ucapnya.

Saat pilkades digelar Rabu besok (27/11), seluruh ASN dan pelajar bakal diliburkan supaya mereka bisa menyalurkan hak pilihnya. Kebijakannya itu sudah mendapat restu dari Gubernur Khofifah Indar Parawansa. ‘’Sudah minta izin, diberikan kewenangan ke masing-masing daerah,’’ jelas Kang Woto.

Kepala Diskominfo Magetan Saif Muchlissun mengatakan, pertunjukan rakyat merupakan media efektif untuk menyosialisasikan Pilkades 2019 kepada warga. Apalagi, pesan yang disampaikan bahwa dengan sistem e-voting pelaksanaan pilkades bakal lebih akurat, cepat, dan rahasia. ‘’Mau pilkadesnya e-voting, mau manual, tidak boleh golput. Besok (27/11) harus datang ke TPS untuk memilih kades,’’ pintanya. (bel/c1/her/adv)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button