features

Ajak Berpikir Positif

Nama dr Ana Mursyida tidak asing bagi dunia kesehatan di Kabupaten Ngawi. Tidak hanya dikenal sebagai dokter, perempuan cantik berjilbab ini merupakan istri dari Bupati Ngawi, Ony Anwar Harsono. dr Ana mendedikasikan hidupnya untuk penanganan Covid-19. Dia juga tercatat sebagai Ketua TP PKK Kabupaten Ngawi dengan program utama mengedepankan pemenuhan gizi untuk mewujudkan zero stunting, penurunan angka kematian ibu dan bayi di Kabupaten Ngawi.

Assalamualaikum, bagaimana kabarnya?
Waalaikumsalam. Alhamdulillah kabar baik, sehat lahir, dan batin.

Sekarang Anda menjabat ketua PKK Ngawi, semakin sibukkah?
Tentunya bertambah kegiatannya. Tetapi selama masa pandemi ini lebih banyak untuk kegiatan daring. Apabila ada kegiatan yang bertemu langsung, waktunya masih sangat dibatasi karena harus sesuai dengan protokol kesehatan Covid-19.

Selain menjadi istri bupati, Anda juga berprofesi sebagai dokterdan ibu rumah tangga dengan dua anak, bagaimana membagi waktunya?
Membagi waktu sebagai istri, ibu, dan dokter semaksimal yang saya bisa lakukan. Saat ini masih menunggu pengurusan izin praktik, jadi masih fokus sebagai ibu rumah tangga. Tetapi nanti jika sudah mulai bisa praktik dokter, saya berencana menjadwalkan jam praktik saya di luar jam yang biasanya ada kegiatan PKK.

Selama pandemi Covid-19, kabarnya Anda juga ditugaskan di RSUD dr. Sutomo untuk menangani pasien terkonfirmasi, bagaimana ceritanya?
Sebenarnya saat itu karena saya masih menyelesaikan Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) di Fakultas Kedokteran Unair, RSUD dr. Soetomo Surabaya. Sehingga sudah menjadi kewajiban dan tanggung jawab saya untuk ikut serta dalam merawat pasien covid, terutama untuk program rehabilitasi medik. Karena merupakan spesialisasi yang saya ambil.

Sempat merasa khawatir tidak, Anda punya anak kecil dan orang tua?
Khawatir pasti ada, tetapi sudah menjadi tanggung jawab seorang dokter untuk merawat pasiennya. Kekhawatiran tersebut lambat laun berkurang karena saya sadar bahwa alat pelindung diri (APD) yang disediakan oleh RSUD dr. Soetomo sudah memenuhi standar dan kami sebagai dokter harus senantiasa berpikir positif agar daya tahan tubuh tetap terjaga baik. Sesampainya di rumah saya selalu membersihkan diri dahulu sebelum bertemu dengan keluarga.

Apa kiat Anda selama menangani pasien Covid-19, terutama supaya tidak terpapar virus?
Kiat-kiat agar tidak terpapar virus selama menangani pasien adalah mematuhi standar dalam menangani pasien covid, misalnya selalu menggunakan APD yang sesuai saat bertemu pasien dan membersihkan diri setelahnya. Tetap mematuhi protokol kesehatan dimanapun berada, makan dengan makanan bergizi, cukup minum, dan selalu berpikir positif.

Anda sekarang punya tanggungjawab besar, sebagai ketua PKK, dokter, sekaligus istri dan ibu rumah tangga, apa harapannya?
Harapan saya sebagai seorang istri, ibu dan dokter adalah dapat mewujudkan kesehatan yang paripurna di Kabupaten Ngawi yang fokus mengedepankan pemenuhan gizi untuk mewujudkan zero stunting, penurunan angka kematian ibu dan bayi.

Pesan Anda kepada masyarakat Ngawi?
Pesan saya untuk seluruh masyarakat Ngawi saat ini adalah tetap patuhi protokol kesehatan, baik di masa pandemi maupun nanti Insyaallah saat sudah bebas Covid-19, meningkatkan konsumsi gizi berimbang melalui pemanfaatan pekarangan rumah, dan perencanaan keluarga dengan mengikuti program KB. (fit/aan)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button