Madiun

Air Waduk Kering, Ikan Mudah Terjaring

MADIUN, Jawa Pos Radar Caruban – Air Waduk Dawuhan yang terus susut di musim kemarau membuat ikannya lebih jinak. Para penjaring dengan mudah mendapat  tangkapan. Dangkalnya air waduk di Desa Plumpungrejo, Wonoasri, Kabupaten Madiun, itu menyebabkan ikan terjebak dalam jaring.  ‘’Saya menjaring ikan setiap hari,’’ kata Sukimin, warga setempat, kemarin.

Pria 65 tahun itu mengandalkan jaring krekat garengan sepanjang 25 meter. Menunggu dalam hitungan jam, jaring yang awalnya ditebar ke tengah waduk sengaja ditarik ke tepian. Ikan-ikan yang terjaring lalu dimasukkan ke wadah plastik. Sukimin seharian biasa menjaring ikan empat kali. Dari pukul 07.00 hingga pukul 16.00. Hasil tangkapan antara 15 hingga 30 kilogram ikan.  ”Ada nila, patin, tombro, dan lele. Saya juga pasang telik buat cari udang,’’ ucapnya.

Sukimin menjual ikan tangkapannya ke tetangga sebelum dikirim ke pasar. Satu kilogram ikan dihargai Rp 20 ribu. Ada lima penjaring yang kerap mencoba peruntungan di waduk seluas 1.273 hektare itu. Sukimin dibantu Sarno, 40, menantunya, setiap kali turun waduk menebar jaring.  ”Hasil tangkapan ikan dibagi dua,” ujar Sukimin.

Terpisah, Petugas Operasi Bendungan Dawuhan Agung Wirasat menyebut penjaring boleh turun waduk di saat air surut. Namun, ada larangan ketika air waduk pasang antara  Januari hingga Juni bersamaan curah hujan tinggi. ”Karena berbahaya,’’ tegasnya.

Menurut Agung, petani ikan sengaja menabur benih di awal tahun. Ikan dibiarkan berkembang biak hingga Agustus. Nah, masa panen berlangsung antara September atau Oktober. ‘’Tergantung kondisi debit air waduk,’’ paparnya.

Debit air Waduk Dawuhan kini tersisa 200 ribu meter kubik air atau hanya sekitar 7 persen dari kapasitas maksimal. Debit air mulai mengalami penyusutan sejak Agustus lalu. Terus menyusut kendati pintu air yang ada sudah ditutup. ‘’Ketinggian permukaan air saat ini di kisaran 1,5 meter,’’ imbuhnya. (mg4/c1/hw)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

?php /** * The template for displaying the footer * */ defined( 'ABSPATH' ) || exit; // Exit if accessed directly do_action( 'TieLabs/after_main_content' ); TIELABS_HELPER::get_template_part( 'templates/footer' ); ?>
Close