NgawiPendidikan

Agus Susanto, Penyandang Disabilitas yang Guru Honorer

Keterampilan Servis Mesin Jadi Nilai Plus

Keterbatasan fisik tak menyurutkan niat Agus Susanto menyebarkan ilmu. Penyandang disabilitas itu sudah 10 tahun menjadi guru honorer di sebuah MI. Meski gajinya tidak seberapa, dia ikhlas menjalaninya.

=======================

SUGENG DWI, Ngawi, Jawa Pos Radar Ngawi

BUKU pelajaran itu ditata Agus Susanto satu demi satu. Ditumpuk, selanjutnya dimasukan tas jinjing kecil. Sembari merapikan baju, Agus mengangkat kaki kanannya perlahan dari bawah meja kayu. ‘’Dulu waktu kecil kena polio, sudah coba diobati tapi tidak sembuh,’’ kata Agus sembari melirik kakinya.

Sudah 10 tahun Agus menjadi guru honorer. Saban hari, warga Desa Klitik, Geneng, itu menempuh perjalanan puluhan kilometer untuk sampai ke tempatnya mengajar. ‘’Saya mengajar di sini saat sekolah masih numpang di tempat lain dan belum punya bangunan bagus seperti sekarang,’’ ujarnya.

Layaknya guru honorer lainnya, guru agama di MI Darussalam Sumberbening, Bringin, itu berharap diangkat PNS demi kehidupan yang lebih mapan. Sebab, selama menjadi honorer dia hanya mendapat upah ratusan ribu rupiah.

Sejatinya Agus telah mengikuti beberapa kali ujian CPNS. Namun, nasib baik tak memihaknya. Meski begitu, dia ikhlas menerima kenyataan tersebut. ‘’Alhamdulillah, sekarang juga diminta mengajar di SMK karena saya punya keahlian,’’ tuturnya.

Agus memang tak hanya pandai mengajar agama. Pria itu juga piawai menyervis kendaraan. Mulai problem mesin sepeda motor hingga traktor mampu ditanganinya. Keahlian tersebut didapatnya secara otodidak saat masih lajang usai lulus SMA. ‘’Saya ikut kursus yang difasilitasi dinsos,’’ kata pria 41 tahun itu.  *** (isd/c1)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button