Madiun

Agung Hadyono, Empat Dekade Akrab dengan Puncak Gunung

Usianya sudah 65 tahun. Namun, Agung Hadyono belum mau berhenti mendaki gunung. Terakhir, pria tersebut berhasil menaklukkan Gunung Raung. Jauh sebelum itu, dia sukses mencapai puncak beberapa gunung tertinggi di luar negeri.

———————–

DILA RAHMATIKA, Madiun

SEBUAH foto sosok seorang pria berpose di puncak gunung sambil menenteng bendera RSUD Caruban menghiasi ruang tunggu tempat praktik dr Agung Hadyono SpOG. Masih satu frame dalam pigura itu tampak sebuah potongan artikel di halaman Metropolis Jawa Pos edisi 16 November 2009. ‘’Itu waktu di puncak Gunung Kilimanjaro (Afrika). Mendaki bersama Mbak Nany Wijaya (redaktur senior Jawa Pos, Red),’’ kata Agung.

Agung lantas menunjukkan sebuah buku berisi dokumentasi aktivitas pendakiannya sejak 1979. Di dalamnya tertulis rinci jadwal pendakian dan partner ketika mendaki. Tercatat pula sepatu Oakley seharga Rp 2 jutaan yang bertahan hingga 25 kali pendakian.

Selama empat dekade terakhir, Agung telah mendaki tiga puncak gunung tertinggi. Yakni, Kilimanjaro, Elbrus serta Carstensz di Papua. Sedangkan gunung di tanah air sudah tak terhitung. Terakhir, Maret lalu dia bersama rombongan dari Indonesia Boot Camp mendaki Gunung Raung. ‘’Ada sekitar 30 orang, saya yang paling tua,’’ ungkap pria 65 tahun itu.

Kendati tertua, kala itu warga Jalan Sirsat Kota Madiun ini menjadi orang pertama dari rombongan tersebut yang sampai di puncak gunung dengan ketinggian 3.260 mdpl itu. ‘’Harus hati-hati, Raung termasuk gunung yang susah didaki,’’ paparnya.

Kelihaian Agung menaklukkan puncang gunung tidak terlepas dari wawasannya yang luas seputar mendaki yang didapat dari puluhan koleksi buku tentang survival. Salah satunya berjudul Mountaineering: The Freedom of The Hills. ‘’Di situ dijelaskan bagaimana teknik mendaki yang tepat. Juga cara berjalan yang menghemat tenaga,’’ bebernya.

Dalam waktu dekat Agung bakal menggandeng sebuah event organizer untuk mengumpulkan sekitar 120 pendaki kenamaan di Indonesia dalam acara bertajuk Agung’s 50 th Lawu Summit Celebrations. ‘’Nanti bareng-bareng mendaki Gunung Lawu. Selama ini saya memang paling sering mendaki Lawu, karena dekat,’’ sebutnya.

Dari ratusan pendaki yang bakal diundang, sebagian merupakan pendaki muda. Agung sengaja mengundang mereka agar bisa menyerap pengalaman para pendaki senior. Termasuk, mendorongnya agar hobi membaca dan memiliki catatan dokumen perjalanan pendakian. ‘’Kalau sudah tua gini, catatan dokumen itu bermanfaat sekali,’’ ujarnya. ***(isd)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
               
         
close