NgawiPeristiwa

Adik Aniaya Kakak hingga Tewas

Dipicu Rasa Kesal karena Korban Kerap Pukuli Orang Tua

NGAWI, Jawa Pos Radar Ngawi – Peristiwa penganiayaan berujung kematian terjadi di Dusun Balung Capang, Desa/Kecamatan Pangkur, Jumat (17/7). Yang memprihatinkan lagi, pelaku tidak lain adik kandung korban. Didik Sugianto, 35, tewas dengan kondisi lebam di beberapa bagian tubuhnya.

Kecurigaan bahwa Didik merupakan korban penganiayaan menguat setelah warga mendapati mulut, hidung, dan telinganya mengeluarkan darah saat jenazahnya hendak dikafani. ‘’Padahal kematiannya bukan karena kecelakaan,” kata Kepala Desa Pangkur Suhardi Sabtu (18/7).

Mengetahui kejanggalan tersebut, warga kemudian melapor ke polisi. Hasil pemeriksaan petugas ditemukan sejumlah lebam di tubuh Didik. ‘’Pagi sebelumnya korban dibawa ke rumah sakit di Madiun. Warga tahunya karena sakit begitu saja,’’ ungkapnya.

Untuk memastikan penyebab kematian Didik, lanjut dia, jenazah korban dibawa ke RSUD dr Soeroto Ngawi untuk diotopsi. Di saat bersamaan, polisi memeriksa sejumlah saksi, termasuk adik korban berinisial DD. ‘’Selama ini keduanya sering terlibat cekcok,’’ tutur Suhardi.

Kasatreskrim Polres Ngawi AKP I Gusti Agung Ananta Pratama menyatakan bahwa DD sudah diamankan petugas tanpa perlawanan. Pun, tersangka mengakui perbuatannya telah menganiaya kakak kandungnya. Pemicunya, kesal lantaran korban sering memukuli orang tuanya. ‘’Dari hasil pemeriksaan diketahui tersangka beberapa kali memukul korban menggunakan benda tumpul,’’ bebernya.

Dia menambahkan, saat dibawa ke rumah sakit di Madiun kondisi Didik sudah kritis. Meski petugas medis telah berupaya keras, nyawa korban tidak dapat diselamatkan. ‘’Waktu dibawa ke rumah sakit itu tetangga mengira karena sakit biasa, bukan habis dipukuli oleh tersangka DD,’’ ujarnya. (mg1/isd)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

?php /** * The template for displaying the footer * */ defined( 'ABSPATH' ) || exit; // Exit if accessed directly do_action( 'TieLabs/after_main_content' ); TIELABS_HELPER::get_template_part( 'templates/footer' ); ?>
Close
               
         
close