Madiun

90 Ribu KK di Kabupaten Madiun Masuk Kategori Miskin

MADIUN, Jawa Pos Radar Caruban – Kemiskinan di Kabupaten Madiun butuh penanganan serius. Dinas sosial (dinsos) setempat lempar handuk jika tanggung jawab tersebut harus ditanggung sendiri. ‘’Masalah kemiskinan, dalam hal ini pengentasannya, semua pihak punya tanggung jawab,’’ kata Kepala Dinsos Kabupaten Madiun Anang Kusuma, Kamis (30/9).

Anang menyebut, total terdapat 90.422 kepala keluarga (KK) di Kabupaten Madiun berkategori miskin dengan berbagai klasifikasi. Antara lain, 5.770 KK sangat miskin dan 14.864 KK miskin (selengkapnya lihat grafis). Itu berdasarkan pemeringkatan kemiskinan dari DTKS (data terpadu kesejahteraan sosial) di aplikasi SIKS-NG tahun lalu. ‘’Untuk yang tahun ini kami masih menunggu dari pemerintah pusat,’’ ujarnya.

Anang tidak menampik penanganan masalah kemiskinan dari dinsos cenderung ke pemberian bantuan. Misalnya, program keluarga harapan (PKH). Pun, terkait pandemi Covid-19 seperti bantuan pangan nontunai dan bantuan sosial tunai (BST). Kendati demikian, pihaknya juga menangani masalah kesejahteraan sosial dengan cara pemberdayaan. Contohnya, mengarahkan tunanetra menjadi tukang pijit. ‘’Tidak hanya dinsos, dinas lain bergerak sesuai tanggung jawab masing-masing,’’ ungkap Anang.

Merujuk jumlah keluarga penerima manfaat (KPM), total 112.831 KPM tiga jenis bantuan. Anang menyebut, ratusan ribu KPM itu dapat dikatakan miskin. Itu berdasarkan tingkat ekonomi KPM untuk layak atau tidaknya mendapat bantuan. Tolok ukur itu langsung dari pemerintah pusat. ‘’Jumlah KPM dari tiga jenis bantuan tersebut merupakan data terbaru tahun ini. Tapi, bisa berubah-ubah setiap bulan,’’ ujarnya. (den/c1/sat/her)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button