Advertorial

9 tahun OJK: Bakti Membangun Negeri

KEDIRI, Jawa Pos Radar Madiun – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) akan merayakan Hari Ulang Tahun yang ke 9 pada tanggal 22 November 2020 dengan tema Bakti Membangun Negeri. Di tengah pandemi yang sedang melanda Indonesia dan seluruh dunia sejak awal Tahun 2020 ini, OJK tak henti-hentinya berperan sebagai garda terdepan dalam mengawal industri jasa keuangan di Indonesia melalui beberapa kebijakan dan program yang telah dilakukan.

Pandemi Covid-19 mempengaruhi seluruh aspek kehidupan masyarakat baik dari sisi ekonomi, budaya, dan termasuk pula aktivitas konsumsi masyarakat. Adanya pembatasan sosial dan penurunan daya beli menyebabkan industri jasa keuangan di Indonesia mengalami tekanan yang luar biasa, termasuk 13 (tiga belas) kabupaten dan kota wilayah kerja OJK Kediri yang juga terdampak. Memperhatikan dampak yang signifikan terhadap industri jasa keuangan tersebut dan untuk meringankan beban nasabah yang terdampak, OJK telah mengeluarkan berapa ketentuan yang bersifat countercyclical terhadap dampak penyebaran Covid-19. Kebijakan ini mengatur mengenai pelaksanaan restrukturisasi kredit debitur yang terdampak Covid-19 baik perorangan, UMKM, maupun korporasi sejak 13 Maret 2020. Disamping itu, OJK juga telah mengeluarkan berbagai kebijakan relaksasi untuk industri jasa keuangan.

Pelaksanaan Restrukturisasi
Jumlah kredit perbankan di bawah pengawasan OJK Kediri sampai dengan akhir Oktober 2020 yang terdampak pandemi Covid-19 diperkirakan mencapai lebih dari 10.000 rekening dengan nominal kredit sebesar Rp509 miliar. Sedangkan jumlah rekening yang sudah dilakukan restrukturisasi mencapai 7.159 rekening dengan nominal kredit sebesar Rp279 miliar.
“Kebijakan relaksasi restrukturisasi kredit yang sudah dikeluarkan OJK sejak Maret 2020 terbukti bisa menjaga stabilitas sektor jasa keuangan di tengah dampak pandemi Covid-19. Untuk mempercepat pemulihan ekonomi nasional, OJK memutuskan memperpanjangan kebijakan restrukturisasi hingga Maret 2022 dan untuk ketentuan pelaksanaanya saat ini sedang dirumuskan”, kata Kepala OJK Kediri Bambang Supriyanto.

Fokus Pemulihan Selanjutnya
Di masa kenormalan baru (new normal) ini, OJK memfokuskan upaya percepatan pemulihan ekonomi pada lima hal:

1. Melanjutkan implementasi relaksasi kebijakan restrukturisasi dalam POJK 11 sebagai langkah antisipasi untuk menyangga terjadinya penurunan kualitas debitur restrukturisasi akibat kondisi pandemi. Perlu diperhatikan agar perpanjangan restrukturisasi diberikan secara selektif berdasarkan asesmen bank untuk menghindari moral hazard.
2. Mempercepat gerak roda ekonomi di daerah-daerah guna menopang ekonomi nasional, diantaranya dilakukan dengan menfasilitasi percepatan serapan government spending.
3. Mengoptimalkan peran industri keuangan secara berkelanjutan melalui dukungan pembiayaan kepada usaha padat karya dan atau konsumsi yang memiliki multiplier effect tinggi terhadap ekonomi.
4. Mempercepat terbangunnya ekosistem digital ekonomi dan keuangan yang terintegrasi, serta melanjutkan reformasi IKNB dan pasar modal sehingga sektor-sektor tersebut memiliki daya tahan yang kuat dan berdaya saing.
5. Penguatan pengawasan terintegrasi didukung dengan percepatan reformasi IKNB dan Pasar Modal.

Menjaga UMKM terdampak
Bambang Supriyanto menilai pembatasan interaksi sosial serta adanya himbauan agar perkantoran dan sekolah beraktivitas dari rumah, berdampak signifikan khususnya kepada usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM). Melihat hal tersebut, OJK Kediri bekerja sama dengan Industri Jasa Keuangan dan Pemerintah Daerah telah melakukan serangkaian kegiatan pembinaan untuk UMKM.
“Pembinaan UMKM bertujuan untuk meningkatkan daya saing dan pangsa pasar melalui pemanfaatan sarana penjualan digital”, imbuh Bambang Supriyanto. Beberapa kegiatan yang telah diselenggarakan OJK Kediri bersama dengan Forum Komunikasi Lembaga Jasa Keuangan Daerah diantaranya, Puncak Bulan Inklusi Keuangan yang menghadirkan pameran produk UMKM secara virtual dengan memanfaatkan promo oleh influencer dan artis ternama pada 2 s.d. 5 November 2020, Peluncuran web Inklusi Keuangan yang didalamnya terdapat showcase produk UMKM, serta pelatihan pengembangan UMKM go digital yang dilakukan di 3 Kabupaten yaitu Pacitan, Trenggalek dan Ngajuk pada tanggal 16 s.d. 20 November 2020.

OJK akan terus mengoptimalkan berbagai kebijakan dan tindakan pengawasan industri jasa keuangan untuk mendorong pemulihan ekonomi nasional melalui penguatan peran sektor jasa keuangan. OJK berkomitmen kuat untuk mendukung program percepatan pemulihan ekonomi nasional dan siap mengeluarkan kebijakan stimulus lanjutan secara terukur dan tepat waktu untuk menjaga momentum pemulihan ekonomi nasional. (adv)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button