Pacitan

843 Perempuan di Pacitan “Pilih” Menjanda

PACITAN, Jawa Pos Radar Pacitan – Status janda menjadi pilihan perempuan di Pacitan sepanjang tahun 2019 lalu. Dari data Pengadilan Agama (PA) setempat, 874 perempuan telah mengajukan cerai gugat kepada pasangannya. Tapi, yang diputus oleh pengadilan “hanya” 843 perkara.

Ketua PA Pacitan Sumarwan mengatakan, selain didominasi faktor ekonomi, cerai gugat juga disebabkan oleh perselisihan terus menerus dan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT). ‘’KDRT masuk kategori ekonomi, bukan hanya main tangan tetapi lebih ketidak memberi nafkah (kurang) sehingga menimbulkan kekerasan batin,’’ ujarnya Jumat (31/1).

Kasus cerai gugat, didominasi perempuan usia produktif 22 tahun hingga 39 tahun. Ada pula yang usia rumah tangganya seumur jagung kemudian bercerai. Nah, di usia tersebut bisa dikatakan belum matang. ‘’Ini sebagai pertanda ketika menikah kemungkinan dari segi kematangan masih belum terlalu siap,’’ kata Sumarwan.

Dia mengungkapkan kalau kasus cerai gugat paling banyak dialami oleh perempuan asal Kecamatan Tulakan. Kemudian disusul Kecamatan Pacitan. ‘’Kalau untuk sebulan ini (2020) baru ada sebanyak 141 perkara perceraian yang masuk,’’ terangnya. (mg2/her)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close