Madiun

70 Persen Napi Terjerat Narkoba

MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Narapidana (napi) kasus narkoba di Lapas Klas I Madiun mendapat perhatian khusus. Selama enam bulan, secara bertahap mereka bakal menjalani rehabilitasi medis melibatkan pihak ketiga. Yakni, Yayasan Bambu Nusantara Madiun, dokter jiwa, dan hipnoterapis. Mulai Kamis (16/1) 50 napi mengikuti rehabilitasi medis.

Kepala Lapas Klas I Madiun Thurman Saud Marojahan Hutapea mengatakan, rehabilitasi medis bertujuan menurunkan angka ketergantungan warga binaan pemasyarakatan (WBP) terhadap penyalahgunaan narkoba. Rehabilitasi dilaksanakan dua gelombang dalam setahun. ‘’Kami minta WBP dapat mengikuti rehabilitasi medis sebaik-baiknya. Serta tidak melewatkan kesempatan ini,’’ kata Thurman.

Dia menyebut, saat ini total napi penghuni Lapas Klas I Madiun mencapai 1.227 orang. Dari total itu, sekitar 70 persen terjerat kasus penyalahgunaan narkoba. Sementara program rehabilitasi medis khusus untuk WBP yang sebelumnya dinyatakan lolos asesmen. ‘’Targetnya ada 100 WBP di Lapas Klas I Madiun yang mengikuti rehabilitasi medis,’’ ujarnya.

Dengan rehabilitasi medis, Thurman berharap mereka dapat memotivasi diri sendiri. Pun memberi motivasi kepada napi lain untuk memperbaiki diri. Hendra Jaswito, salah seorang napi yang ikut rehabilitasi medis, senang dapat mengikuti program ini. Dia telah menghuni hotel prodeo itu tujuh tahun. Baru sekali ini dia berkesempatan mengikuti rehabilitasi medis. ‘’Sebelumnya ikut asesmen yang diberikan petugas lapas,’’ katanya.

Pria 37 tahun asal Surabaya itu menjelaskan, dalam asesmen tersebut WBP harus menjawab pertanyaan baik tertulis maupun wawancara. Di antaranya terkait penggunaan narkoba, rokok, serta pengaruhnya di masyarakat. ‘’Kalau bisa ya jadi pribadi lebih baik, bisa menjauhi narkoba dan bisa melakukan kegiatan positif di masyarakat,’’ harapnya.

Hendra juga berharap rehabilitasi medis dapat membantunya pulih dari ketergantungan barang haram tersebut. Pun setelah bebas tidak kembali terjerumus dalam dunia terlarang itu. ‘’Tidak ingin mengulanginya lagi, bisa hidup mandiri dan melakukan hal positif,’’ ucapnya. (kid/c1/sat)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button