Pacitan

7.950 Jiwa Belum Rekam Data Adminduk

19.000 Hanya Kantongi Suket Pengganti E-KTP

PACITAN, Jawa Pos Radar Pacitan – Sedikitnya 7.950 warga Pacitan belum terekam data administrasi kependudukan (adminduk)-nya. Padahal, data itu sebagai syarat utama pencetakan kartu tanda penduduk elektronik (e-KTP). ‘’Kami akan terus kebut perekamannya,’’ kata Kabid Pengelolaan Informasi Administrasi Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Pacitan Samsudin Selasa (14/1).

Samsudin menyebut, total jumlah penduduk Pacitan sekitar 594.700 jiwa. Sebanyak 478.735 di antaranya wajib e-KTP. Namun, hingga kini perekaman baru menyentuh 470.785 warga atau masih tersisa 1,66 persen. Mereka didominasi pemula, perantau, hingga para penyandang disabilitas. ‘’Pemula itu mereka yang baru 17 tahun saat Pilkada Pacitan September nanti,’’ jelasnya sembari menyebut sebarannya merata di 12 kecamatan.

Pihaknya bakal door-to-door ke rumah warga untuk perekaman data e-KTP. Khususnya, para penyandang disabilitas dan lansia. Sebab, dua kategori tersebut acap kesulitan datang ke kantor disdukcapil. Sementara, untuk pemula, perekaman bakal dilakukan ke sekolah-sekolah SMA sederajat. ‘’Kalau para perantau, biasanya jelang pilkada atau libur panjang mereka akan pulang untuk perekaman,’’ ujarnya sambil menyebut akan koordinasi dengan pemerintah desa.

Seperti tahun sebelumnya, lonjakan perekaman diprediksi terjadi pada momen libur panjang seperti Idul Fitri. Tak menutup kemungkinan pelayanan bakal dibuka hingga petang seperti tahun sebelumnya. Namun, tetap mempertimbangkan kesiapan petugas dan potensi membeludaknya pemohon e-KTP. ‘’Kami lihat nanti, semoga banyak perantau pulang lebih awal untuk perekaman,’’ harapnya.

Samsudin menyebut, perekaman cukup tinggi setiap hari. Namun, ketersediaan blangko e-KTP terbatas. Saat ini hanya tersedia sekitar 5.000 keping. Padahal, pemegang surat keterangan (suket) pengganti e-KTP masih sekitar 19 ribu jiwa. Selain minim blangko, banyaknya suket didongkrak maraknya perubahan data e-KTP seperti alamat hingga status. ‘’Setiap (blangko) habis kami langsung minta, walaupun jumlahnya tidak banyak tapi diusahakan selalu ada,’’ paparnya.

Dia memastikan fungsi suket sama dengan e-KTP. Dapat digunakan sebagai bukti identitas yang sah. Termasuk dalam pemilu (pilkada) hingga urusan perbankan. Sehingga, masyarakat tak perlu khawatir gagal nyoblos lantaran tak mengantongi e-KTP. ‘’Sebelum enam bulan masa berlaku suket berakhir kami usahakan e-KTP sudah tercetak. Tapi, kalau nggak ada, terpaksa (suket) diperpanjang,’’ jelasnya. (gen/c1/sat)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button