Ngawi

698 KPM PKH di Ngawi Telah Merdeka

NGAWI, Jawa Pos Radar Ngawi – Makin banyak penerima program keluarga harapan (PKH) di Ngawi mengundurkan diri. Misalnya, mulai rentang tahun 2018–2019 yang memutuskan graduasi berjumlah 698 keluarga penerima manfaat (KPM). ‘’Sebelumnya pada 2018 terdapat 45.894 KPM, lalu berkurang menjadi 42.145 KPM pada 2019,’’ kata Kabid Perlindungan dan Jaminan Sosial Dinas Sosial (Dinsos) Ngawi Indah Setyastuti Kamis (16/1).

Kendati demikian, diakuinya jumlah penerima PKH berpotensi bertambah pada tahun ini. Hanya, kuotanya masih menunggu keputusan dari Kemensos. ‘’Setiap tahun ada penambahan. Tapi, jumlah biasanya hanya puluhan, tidak sampai ratusan,’’ ujarnya.

Selain dari sisi jumlah penerima, kata Indah, sebaran wilayah alokasi PKH berpeluang ikut bertambah. Meski begitu, pihaknya belum bisa menyebut wilayah mana saja yang mendapat bantuan terbanyak. ‘’Yang terakhir adalah Kecamatan Widodaren dan Paron. Kedua wilayah itu jumlah penerima PKH-nya paling tinggi,’’ ungkapnya.

Sedangkan terkait pengajuan penerimaan program, Indah menyampaikan bahwa prosesnya dilakukan oleh pemerintah desa. Di mana mereka bertugas melakukan pendataan yang kemudian hasilnya dimasukkan dalam data terpadu kesejahteraan sosial. Setelah semuanya selesai, baru kemudian pendamping PKH melakukan verifikasi dan validasi. ‘’Ada validasi di lapangan yang dilakukan pendamping. Dan itulah yang menentukan bisa menerima PKH atau tidak,’’ jelasnya. (mg1/c1/her)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close