Madiun

50 Pelanggan ’’Tercekik’’ Tagihan Air

PDAM Tirta Taman Sari Tawarkan Win-Win Solution

MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Puluhan warga merasa tercekik biaya penggunaan air yang membengkak tiga bulan terakhir. PDAM Tirta Taman Sari menerima keluhan tak kurang dari sekitar 50 pelanggan.

Keluhan itu salah satunya disuarakan Hasanudin. Pelanggan asal Demangan, Taman, itu mendatangi kantor PDAM di Jalan Sulawesi Rabu (15/7). Hasanudin memberanikan diri komplain ke petugas. Sebab tagihan bulanan yang biasanya hanya sekitar Rp 80 ribu menjadi Rp 300 ribu. Membengkak tiga kali lipat lebih. ‘’Permasalahannya di mana? Ini sudah di luar nalar,’’ katanya penasaran.

Meskipun keluhan yang disampaikannya kemarin telah mendapatkan win-win solution, Hasanudin tetap meminta petugas mengecek kembali meteran di rumahnya. Agar dirinya tak lagi dirugikan. ‘’Solusinya tadi pembayarannya bisa dibagi dua. Tapi kan kami tetap dirugikan. Saran saya ke PDAM, coba meteran itu dicek lah. Jangan nunggu komplain baru dicek,’’ ujarnya.

Menanggapi keluhan itu, Direktur Utama PDAM Tirta Taman Sari Madiun Bambang Irianto memastikan sampai kini tidak ada kenaikan tarif. Dia pun menegaskan tingginya tagihan disebabkan penggunaan air yang berlebihan (melebihi rata-rata penggunaan per bulan). ‘’Kami pastikan tidak ada kenaikan tarif,’’ kata Bambang.

Di satu sisi, Bambang mengakui bahwa selama pandemi Covid-19 ini pihaknya mengeluarkan kebijakan petugas tidak membaca penggunaan air di lapangan (April-Mei). Alasannya, akses jalan banyak yang ditutup dan penolakan dari pelanggan. Sehingga pihaknya menerapkan kebijakan untuk merata-rata penggunaan air pada tiga bulan sebelumnya. ‘’Inilah yang menyebabkan teman-teman pelanggan kaget. Sebenarnya kondisi yang sama terjadi se-Jawa Timur, bahkan Indonesia,’’ ungkapnya.

Bambang memberikan contoh penghitungan rata-rata penggunaan air dihitung 50 kubik per hari. Namun, permasalahan yang timbul sekarang adanya pelanggan yang penggunaan airnya melebihi rata-rata. Selisih itu diakumulasi selama tiga bulan sejak April sampai Juni sehingga menyebabkan biaya membengkak. ‘’Jadi, sama sekali tidak ada kenaikan tarif. Tapi, kebijakan kami kalau pembayarannya dibagi dua ya monggo. Kami tetap mengacu posisi angka meter terakhir,’’ jelasnya.

Ada dua grade tarif yang diterapkan PDAM Tirta Taman Sari Kota Madiun. Grade pertama, penggunaan 0-10 kubik tarif yang dibebankan Rp 2.400 per kubik ditambah biaya administrasi Rp 5.500. Sehingga biaya minimal yang dikeluarkan per pelanggan sebesar Rp 29.500 per 10 kubik. Kemudian grade dua, 11 kubik sampai tak terhingga biaya yang dibebankan Rp 3.950 per kubik. ‘’Biaya administrasi itu sudah termasuk biaya pemeliharaan dan lain-lain,’’ bebernya.

Bambang mengakui hingga saat ini sudah ada sekitar 50 pelanggan yang mengajukan komplain. Hal itu menurutnya wajar, karena belum memahami sistem rata-rata yang dilakukan petugas selama pandemi Covid-19. Kemungkinan lain yang menyebabkan tingginya tarif ditengarai kerusakan water meter. Jika memang demikian, PDAM siap melakukan penggantian. (kid/c1/fin)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button