Nganu

Jawa Pos Radar Madiun – Penyesalan Cenil menikah muda makin terasa setelah usia kandungannya menginjak sembilan bulan. Kini, tidak banyak aktivitas yang dilakukan perempuan 17 tahun itu. Hari-harinya hanya dihabiskan di rumah menunggu kelahiran buah hatinya.
Kisah Cenil yang menikah muda itu bermula dari kejenuhan mengerjakan tugas sekolah yang semuanya dilakukan secara online. Kegabutannya terobati setelah mengenal Gethuk, 17, lewat media sosial. Setelah beberapa kali temu darat, keduanya pun saling jatuh cinta dan pacaran.

Celakanya, Cenil hooh saja saat Gethuk mengajak skidipapap. Perbuatan tak senonoh itu terjadi beberapa kali hingga akhirnya Cenil terlambat datang bulan. Mengetahui dirinya berbadan dua, Cenil panik dan berusaha menyembunyikan kehamilannya.

Namun, perut Cenil yang semakin membuncit membuat Lopis dan Klepon, orang tuanya, curiga. Saat kandungan berusia lima bulan, Cenil baru mengaku telah hamil. Untuk menutupi aib itu, Klepon meminta Gethuk menikahi putrinya tersebut.

Lantaran masih di bawah umur, keduanya harus mengajukan dispensasi menikah ke pengadilan agama. Kini, karena sama-sama belum bekerja, pasutri di bawah umur itu terpaksa menjadi pasangan nomaden. Seminggu menetap di rumah Gethuk, seminggu di tempat tinggal Cenil. ‘’Dua-duanya bilang kalau sudah lahiran akan kembali sekolah,’’ ujar Lopis. (irs/c1/isd)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button