Pacitan

400 Bumil Kekurangan Energi Kronis

PACITANJawa Pos Radar Pacitan – Kekurangan energi kronis (KEK) diderita oleh sekitar 400 ibu hamil (bumil) di Pacitan. Kondisi itu tentu dapat mengganggu proses kehamilan serta mengancam kesehatan calon jabang bayi. ‘’Tentu hal ini akan mendatangkan masalah kompleks pada ibu hamil. Seperti pendarahan, bayi lahir prematur, dan kandungan lemah,’’ kata Kabid Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan (Dinkes) Pacitan Ratna Susy Rahayu Rabu (3/6).

Jumlah kasus KEK pada bumil cukup lumayan. Karena persentasenya mencapai sekitar 20 persen dari total 2.317 bumil. Mayoritas kasus diderita oleh ibu hamil usia produktif rentang 25–30 tahun. ‘’Tandanya (KEK) lingkar lengan atas kurang dari 23,5 sentimeter,’’ ujarnya.

Meski demikian, Ratna menyatakan bahwa KEK tidak terjadi secara tiba-tiba. Namun, prosesnya bertahap. Misalnya saat usia remaja atau sebelum menikah, asupan gizinya kurang. Selain itu, pola makan yang tidak teratur dan diet ketat. ‘’Yang menjadi pemicu KEK di antaranya jarak kehamilan pasien terlalu dekat dan juga pasien paritas alias banyak anak,’’ jelasnya.

Karena itu, penting bagi bumil yang mengalami KEK memperhatikan asupan makanannya. Seperti rutin mengonsumsi makanan yang mengandung kalori dan protein. ‘’Perlu juga dilakukan pendampingan. Termasuk melakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin,’’ tutur Ratna. (mg2/c1/her)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button