Ponorogo

40 ASN Belum Paham SAKIP

PONOROGO, Jawa Pos Radar Ponorogo – Bupati Ponorogo Ipong Muchlissoni mengangankan penilaian sistem akuntabilitas kinerja instansi pemerintah (SAKIP) APBD 2020 naik kelas jadi A. Sayangnya, masih ada sekitar 40 persen aparatur sipil negara (ASN) yang belum paham pentingnya SAKIP. ‘’Itu berdasarkan hasil survei bappeda (badan perencanaan pembangunan daerah, Red),’’ kata Ipong Selasa (25/2).

Survei bertujuan mengetahui pemahaman ASN di seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) terkait SAKIP. Sebab, penilaian APBD 2019 lalu mendapat predikat BB. Sebenarnya, menurut Ipong, sudah bagus. Namun, belum sesuai harapannya. ‘’Target saya A. Kalau BB, artinya 30 persen program kita dinilai tidak nyambung dengan rencana pembangunan jangka menengah daerah (RPJMD),’’ bebernya.

Hasil survei menunjukkan bahwa 60 persen ASN Pemkab Ponorogo memahami pentingnya SAKIP. Utamanya, sebagai indikator kinerja mereka dalam memberikan pelayanan publik yang optimal. Survei bappeda itu dilakukan dengan metode random sampling. ‘’Jadi, 40 persen ASN belum memahami pentingnya SAKIP,’’ sebutnya.

SAKIP, lanjut Ipong, idealnya menjadi bagian dari budaya kerja ASN. Bahwa, tugas utama pemerintah dan ASN adalah menyejahterakan masyarakat. Jika pola pikir para ASN sudah mementingkan pencapaian SAKIP, Ipong yakin program yang dicanangkan OPD dapat sejalan dengan visi-misinya untuk menyejahterakan masyarakat. Secara riil, akan berimbas pada anggaran yang lebih efisien dan tepat sasaran.

Penguatan terhadap para ASN, khususnya di kalangan eselon III dan IV, terus dilakukan. Sekretaris Deputi Kemen PAN-RB Bidang Reformasi Birokrasi Akuntabilitas Aparatur dan Pengawasan Didit Nurdiatmoko pun dihadirkan sebagai pemateri. Ipong optimistis, tahun ini SAKIP bisa naik kelas jadi A. ‘’Ini harus jadi bahan evaluasi bagi seluruh ASN,’’ tegasnya. (naz/c1/sat)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close