Ponorogo

4 ODP Pulang, 1 PDP Diisolasi

Satgas Pencegahan Deteksi 338 Orang Berisiko Korona

PONOROGO, Jawa Pos Radar Ponorogo – Satu orang dalam pemantauan (ODP) mengeluhkan sesak napas Selasa (17/3). Tim dokter RSUD dr Harjono menduga itu gejala pneumonia. Hasil pemeriksaan rontgen belum keluar. Untuk sementara, tim dokter menaikkan statusnya menjadi pasien dalam pengawasan (PDP). ‘’Kalau hasilnya negatif, diturunkan kembali menjadi ODP,’’ kata Wakil Ketua Tim Gerak Cepat Penanggulangan Penyakit Infeksi Emerging (PIE) RSUD dr Harjono dr Abraham Reza Kautsar.

Hingga siang kemarin RSUD telah merawat lima orang. Meliputi empat ODP dan satu PDP. Keempat warga berstatus ODP sudah dipulangkan. Sementara yang berstatus PDP kini dirawat di ruang isolasi. ‘’Nanti dinas kesehatan (dinkes) yang akan memantau keempat ODP itu,’’ ujarnya.

Mulanya, status warga PDP itu ketika datang di RSUD adalah ODP. Dia menyusul dirawat di rumah sakit pada Senin lalu (16/3) dengan keluhan batuk pilek. Rujukan dari RSU Aisyiyah. Diketahui baru pulang umrah pada 3 Maret lalu. Sehari ditempatkan di ruang isolasi, orang tersebut mengeluhkan sesak napas. Keluhan itu dianggap dokter sebagai gejala pneumonia. ‘’Perlu dipastikan dulu oleh spesialis paru. Karena pneumonia atau penyebab lainnya,’’ tutur Reza.

Dia menimbang kemungkinan lain lantaran pasien PDP itu punya riwayat penyakit jantung. Untuk sementara, tim dokter menetapkannya menjadi PDP. Jika hasil pemeriksaan dipastikan sesak bukan karena pneumonia, maka statusnya akan diturunkan kembali menjadi ODP. ‘’Saat ini seorang PDP itu masih diisolasi. Kalau betul sesak napas karena pneumonia, akan dirujuk ke RSUD dr Soedono,’’ terang Reza.

RSUD dr Harjono ditunjuk Pemprov Jatim sebagai rumah sakit rujukan untuk menjadi second line (pelapis) screening bagi rumah sakit utama seperti RSUD dr Soedono di Kota Madiun. ‘’Jadi, sebelum ke RSUD dr Soedono, diperiksa dulu di sini,’’ kata dia.

Kepala Dinkes drg Rahayu Kusdarini menyebut, jumlah orang dengan risiko (ODR) virus Covid-19 bertambah menjadi 338 orang. Pembentukan satuan tugas (satgas) pencegahan yang bertugas melakukan pendataan, langsung menambah angka tersebut secara signifikan. Sebab, banyak yang sebelumnya tak diketahui akhirnya terdeteksi. ‘’ODP itu gejalanya batuk, demam, dan pilek. Kalau dari pemeriksaan tidak ada gambaran mengarah ke korona, maka bisa dipulangkan. Tapi, tetap dalam pengawasan petugas puskesmas selama 14 hari,’’ jelasnya. (naz/c1/fin)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button