Madiun

4.000 Warga tanpa E-KTP, Sementara Diganti dengan Suket Elektronik

MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Ribuan warga Kota Madiun hingga kini belum mengantongi kartu tanda penduduk elektronik (e-KTP). Biangnya, kiriman blangko dari pemerintah pusat tak sebanyak kebutuhan. Untuk sementara mereka hanya mendapatkan surat keterangan (suket) elektronik pengganti e-KTP.

Dalam enam bulan terakhir, sudah tercetak sekitar 4.000 lembar suket. Dinas kependudukan dan pencatatan sipil (dispendukcapil) setempat setiap dua pekan mendapatkan kiriman sekitar 500 keping blangko e-KTP. Jumlah sangat kurang. ‘’Itu pun dikhususkan bagi mereka yang baru rekam atau pemula usia 17 tahun,’’ kata Kepala Dispendukcapil Kota Madiun Nono Djatikusumo Rabu (25/12).

Sedangkan masyarakat yang hendak mengganti e-KTP karena perubahan status, pindah alamat, atau rusak belum bisa dilayani pencetakannya. Mereka hanya dibuatkan suket. ’’Kegunaannya sama dengan e-KTP. Bahkan, bisa disimpan di ponsel juga,’’ ujarnya.

Dari hasil pendataan, sudah 72 ribu lembar suket yang diterbitkan. Surat tersebut punya batas waktu atau kedaluwarsa enam bulan dan bisa diperpanjang. Bila keping e-KTP milik warga bersangkutan sudah jadi, otomatis suket yang dilengkapi QR code tak berlaku.

Kendati demikian, tidak semua pihak yakin suket sama dengan e-KTP. Terutama bank tertentu untuk keperluan membuat kartu ATM tidak dapat terlayani. Sebab, petugas bank butuh data valid. Suket dinilai rawan dipalsukan.

Nono menyesalkan munculnya persoalan tersebut. Menurut dia, itu hanya ketidaktahuan pihak bank dalam melayani masyarakat. ‘’Sebenarnya bisa. Justru yang tidak tahu adalah penggunanya. Dalam hal ini pihak bank. Seharusnya, suket elektronik itu boleh. Karena sesuai keputusan Mahkamah Konstitusi (MK) saja boleh kok,’’ jelasnya.

Kepala Bidang Pelayanan dan Pendaftaran Dispendukcapil Kota Madiun Supriyono menambahkan, warga yang mengurus e-KTP rata-rata 20–30 orang per hari. Dari jumlah tersebut, yang minta dicetakkan suket elektronik dua hingga tiga orang. ’’Biasanya untuk mengurus keperluan bank atau membuat surat izin mengemudi (SIM),’’ sebutnya.

Total pengantre pencetakan e-KTP di Kota Madiun, lanjut Supriyono, 3–4 ribu orang. Pihaknya memastikan pencetakan e-KTP bakal dilakukan secepatnya setelah blangko tiba. ‘’Perkiraan awal tahun depan. Setelah itu kami coba selesaikan tunggakan pencetakan e-KTP,’’ ujarnya. (her/c1/sat)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close