AdvertorialNgawi

4.000 Peserta Ramaikan Gebyar PAUD 2020

Wujudkan Generasi Santun di Era Milenial

NGAWI, Jawa Pos Radar Ngawi – Gebyar Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) 2020 yang digelar Pemkab Ngawi berlangsung meriah. Dalam kegiatan bertajuk Mewujudkan PAUD Santun di Era Milenial itu, sebanyak empat ribuan peserta hadir. Terdiri siswa PAUD dan TK se-Kabupaten Ngawi. Tepatnya di Pendapa Wedya Graha, Sabtu (22/2).

Kegiatan dibuka dengan penampilan tari masal ganongan melikan diikuti oleh seribu anak. Mereka tampil di hadapan Bupati Ngawi Budi ”Kanang” Sulistyono dan Wakil Ony Anwar beserta jajaran. Pun dengan Ketua DPRD Ngawi Dwi Rianto Jatmiko dan lainnya. Dilanjutkan dengan berbagai perlombaan yang diikuti oleh siswa dan gurunya. Di antaranya, lomba hula hoop estafet, egrang batok, display media loose part, dan mewarnai.

Dalam kegiatan itu, Kanang menyampaikan bahwa dia menyayangkan masih adanya orang tua yang berbangga dengan anak yang sekadar pintar. Sementara kepintaran itu tidak diikuti dengan sopan santun. Akhirnya, banyak anak tidak memiliki karakter positif. Pelan tapi pasti, kondisi itu membuat Indonesia kehilangan kepribadian bangsa yang berbudi pekerti luhur. ”Ini semua bukan hanya tanggung jawab guru, tapi juga orang tua di rumah,” ujarnya.

Dengan terbiasa ajaran sopan dan santun di rumah, kebiasaan tersebut bakal dibawa anak untuk bergaul dengan siapa saja. Hal itu dianggapnya penting. Pun yang disebutnya harus dipahami para orang tua. Untuk menanamkan kembali sikap sopan dan santun ke anak, Pemkab Ngawi bakal ambil tindakan.

Pada tahun ajaran baru nanti bakal ada sekolah kesantunan. Program tersebut akan ditetapkan di beberapa sekolah di Ngawi. Minimal dua sekolah. Baik tingkat SD maupun SMP. ”Karena utamanya bukan pintar, tapi sopan, santun, dan berkarakter. Karena itulah pentingnya pendidikan budi pekerti,” jelasnya.

Kepala Dinas Pendidikan Ngawi Muhammad Taufik Agus Susanto menambahkan, Gebyar PAUD 2020 menjadi salah satu upaya untuk mengembangkan kreativitas anak di luar sekolah. Melalui lomba yang digelar, anak-anak dilatih kompak dan berani berkompetisi. Selain itu, untuk mewujudkan PAUD santun, menurutnya dibutuhkan sumber daya manusia (SDM) yang memadai. Dindik Ngawi pun mendorong peningkatan mutu SDM. Terutama guru pembimbing. Caranya dengan intens melakukan monitoring dan evaluasi. ”Tentu kami terus bina semua SDM yang ada agar sesuai yang diharapkan,” ujarnya. (rio/c1/odi/adv)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button