Advertorial

39 Anak di Ponorogo Terima Beasiswa Pendidikan BPJamsostek

PONOROGO, Jawa Pos Radar Ponorogo – Pertemuan sarat makna terjadi antara BPJS Ketenagakerjaan (BPJamsostek) dengan Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko di Pringgitan pada Kamis (21/5) lalu. Dalam kesempatan tersebut, BPJamsostek Ponorogo bersama Anggota Dewan Pengawas (dewas) Agung Nugroho dan Deputi Direktur Wilayah Jatim Deny Yusyulian menyerahkan beasiswa pendidikan anak. Mereka yang menerima manfaat itu adalah ahli waris peserta program jaminan kecelakaan kerja (JKK) dan jaminan kematian (JKM) yang mempunyai anak TK hingga sarjana.

”Program ini disambut baik dan didukung penuh oleh Bupati Sugiri. Bayangkan jika Pemkab Ponorogo tidak mendukung program dari BPJS Ketenagakerjaan, maka banyak anak-anak yang akan putus sekolah setelah ditinggal orang tuanya,” jelas Deputi Direktur Wilayah BPJS Ketenagakerjaan Jatim, Deny Yusyulian.

Adapun total penerima beasiswa pendidikan anak peserta di Jatim mencapai 3.427 anak TK-sarjana. Dengan nilai beasiswa keseluruhan sebesar Rp 16 miliar. Di Ponorogo terdapat 39 anak yang menerima beasiswa tersebut dengan anggaran total sekitar Rp 248 juta. Pada program ini dana yang diberikan bervariasi sesuai dengan tingkatan satuan pendidikan anak. Semisal untuk TK mendapat Rp 1,5 juta selama dua tahun, SD Rp 1,5 juta sampai enam tahun, SMP Rp 2 juta hingga tiga tahun, SMA Rp 3 juta selama tiga tahun, dan pendidikan strata satu (S1) memperoleh Rp 12 juta sampai lima tahun. ”Dengan begitu, semua anak peserta BPJS Ketenagakerjaan yang ditinggalkan orang tuanya bisa tetap sekolah sampai kuliah,” terang Deny.

Deny menambahkan jika anak dari peserta tidak mau melanjutkan kuliah dan lebih memilih untuk mengambil kursus, yang bersangkutan tetap bisa mendapat beasiswa dari BPJamsostek. Pihaknya berharap program ini bisa mengurangi angka putus sekolah di Ponorogo. ”Kami ucapkan terima kasih atas dukungan Bupati Sugiri. Karena telah peduli kepada warganya supaya tidak ada anak yang putus sekolah dan bisa terus menggapai cita-citanya,” ujurnya.

Sementara itu, Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko mengapresiasi dukungan dari BPJamsostek yang telah memberi perlindungan penuh kepada warganya. Dia menyadari perlindungan kepada tenaga kerja penting untuk terus disosialisasikan dan diedukasi ke warga Ponorogo. Soalnya kejadian kecelakaan maupun kematian tak bisa diprediksi. ”Dengan menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan akan mendapat perlindungan ke dirinya sendiri dan pendidikan anak ke depannya,” kata Sugiri.

Kepala Kantor Cabang Madiun, Honggy Dwinanda menjelaskan, “Beasiswa itu untuk peserta penerima upah maupun bukan penerima upah dengan masa iuran paling singkat 3 tahun untuk JKM.” (fac/her/adv)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button