Mejayan

381 Santri Ponpes Darussalam Mekar Agung Dites Cepat

Tracing Kembali Desa Bandungan

MEJAYAN, Jawa Pos Radar Caruban – Nihil tambahan kasus positif Covid-19 di Kabupaten Madiun hanya bertahan sembilan hari. Senin (15/6) seorang warga Desa Bandungan, Saradan, terkonfirmasi terinfeksi virus itu. ‘’Total 34 kasus korona,’’ kata Jubir Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Kabupaten Madiun Mashudi.

Mashudi menyebut, pasien baru itu perempuan berusia 35 tahun. Tertular dari pasien positif sebelumnya di Desa Bandungan. Ketika dites cepat hasilnya reaktif. Pasien kini dirawat di RSUD Caruban. ‘’Kami segera tracing kembali ke Desa Bandungan. Bagi yang sempat kontak erat dengan pasien akan di-rapid test,’’ ujarnya.

Beberapa jam sebelumnya, ratusan santri Ponpes Darussalam Mekar Agung (DMA), Desa Pucanganom, Kebonsari, di-rapid test oleh pemkab. Langkah itu merespons kembali dibukanya aktivitas pesantren setelah libur sekitar dua bulan karena pandemi. ‘’Ada 381 santri yang di-rapid test. Hasil semuanya nonreaktif,’’ kata Koordinator Pusdalops GTPP Covid-19 Kabupaten Madiun Muhammad Zahrowi.

Sejatinya, 483 santri yang dijadwalkan tiba di ponpes DMA. Namun, tim GTPP belum memperoleh kepastian datang tidaknya 102 santri hingga rapid test selesai pukul 14.00. ‘’Santri yang datang setelah pukul 14.00 dikarantina oleh pihak ponpes dan dikoordinasikan dengan dinkes untuk keperluan rapid test kemudian hari,’’ terangnya. (den/c1/cor)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
close