Madiun

38 Wartawan Di-Rapid Test, Hasil Seluruhnya Nonreaktif

MADIUN, Jawa Pos Radar Caruban – Siswowidodo langsung memalingkan muka begitu jarum suntik menusuk jari tengah tangan kanannya Selasa (19/5). Sampel darah wartawan LKBN Antara itu diambil petugas medis tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Kabupaten Madiun di Pendapa Muda Graha, Madiun. Tidak sampai lima menit, proses uji cepat mendeteksi Covid-19 pada pria 55 tahun itu selesai.

Selain Siswowidodo, ada 37 wartawan yang biasa bertugas meliput di Kabupaten Madiun yang di-rapid test. Sebelum pengambilan sampel darah, pendataan identitas dilakukan. Hasilnya, seluruhnya dinyatakan nonreaktif. Uji cepat dilakukan berkaca tingginya mobilitas awak media yang merupakan pilar keempat demokrasi di masa pandemi korona. ‘’Pemeriksaan rapid test ini upaya yang baik,’’ ujarnya.

Menurut dia, wartawan merupakan profesi yang rentan tertular virus korona. Sebab, sering kali harus meliput di tempat-tempat berisiko atau zona merah. Apalagi banyak kasus orang tanpa gejala (OTG). ‘’Meskipun keakuratan rapid test masih di bawah swab laboratorium, setidaknya sudah mengurangi cemas,’’ kata ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Madiun itu.

Bupati Madiun Ahmad Dawami menyatakan, rapid test terhadap jurnalis sangat penting. Sebab, lingkup aktivitasnya cukup luas. Bahkan tidak berbeda jauh dengan pejabat pemerintahan. ‘’Wartawan itu larinya ke mana-mana. Ke tempat berisiko juga, seperti saya. Jadi, ini penting untuk keyakinan bersama agar tidak ada fitnah,’’ terangnya. (den/c1/cor)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
               
         
close