Madiun

365 Penganggur Baru, Belum Termasuk Perantau yang Pulang Kampung

MADIUN, Jawa Pos Radar Caruban – Jumlah penganggur baru di Kabupaten Madiun diprediksi terus bertambah. Menyusul belum ada tanda berakhirnya pandemi Covid-19 hingga membuat neraca keuangan banyak perusahaan goyah.

Hingga Kamis (14/5) dinas tenaga kerja (disnaker) mendata 365 pekerja dirumahkan dan kena pemutusan hubungan kerja (PHK). ‘’Sebanyak 157 di-PHK dan 208 dirumahkan,’’ kata Kepala Disnaker Kabupaten Madiun Wijanto Djoko Poernomo.

Jumlah kasus positif di kabupaten ini berlipat dalam sepekan terakhir. Dari empat pasien menjadi 15 pasien per kemarin. ‘’Baik PHK maupun dirumahkan, kemungkinan bertambah tetap ada. Beberapa perusahaan di Kabupaten Madiun sudah mengambil kebijakan seperti itu,’’ beber Totok, sapaan akrab Wijanto Djoko Poernomo.

Totok menyebut, nama-nama ratusan pekerja kurang beruntung itu telah disetorkan ke dinas terkait. Mereka diusulkan memperoleh bantuan dari pemerintah pusat. Mengenai kepastian dapat tidaknya, dia kurang tahu lantaran bukan tugas pokok dan fungsi (tupoksi) dinasnya. ‘’Yang jelas ada beberapa kriteria untuk mendapatkan bantuan itu,’’ ujarnya.

Data ratusan penganggur baru belum termasuk perantau yang pulang kampung. Tim gugus tugas percepatan penanganan (GTPP) Covid-19 mencatat 20.944 warga pulang kampung per pukul 16.00 kemarin. Totok tidak memungkiri bahwa dari puluhan ribu warga itu, ada pekerja yang kena PHK atau dirumahkan oleh perusahaannya. Sayangnya, pihaknya kesulitan melakukan pendataan. ‘’Yang pulang kampung tidak terdeteksi. Karena, baik saat pergi maupun pulang, tidak ada yang melapor,’’ pungkasnya. (den/c1/cor)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
               
         
close