Madiun

Plaza Lawu Bakal Dilengkapi Gedung Bioskop

MADIUN – Wajah baru Plaza Lawu sudah mulai tampak. Publik pun banyak berharap revitalisasi pusat perbelanjaan yang menyedot investasi Rp 31,1 miliar dari PT Sri Tanaya Megatama (PT STM) itu rampung tepat waktu. Pemegang hak sewa Plaza Lawu selama 30 tahun itu akan dihadirkan dalam rapat evaluasi bersama pemkot, Kamis mendatang (25/10). ‘’Kami akan sampaikan pekerjaan harus tepat waktu,’’ kata Sekda Rusdiyanto, Minggu (21/10).

Rencananya, kata dia, akan ada sejumlah tenant besar yang menyewa space di Plaza Lawu. Diantaranya Ramayana, Ace Hardware, serta bioskop CGV. Saat ini, upaya penuntasan proyek berjalan secara paralel. PT Prawisa Kwarta Buana –pelaksana yang dikontrak PT STM- telah merampungkan pekerjaan interior. Mereka kini menuntaskan pekerjaan eksterior meliputi pemasangan kanopi dan aluminium composite panel (ACP).

Sementara, tenant juga berproses. ’’Selain pekerjaan di space masing-masing, tenant juga mulai proses rekrutmen karyawan,’’ bebernya.

Menurut Rusdiyanto, data progres pekerjaan yang disajikan PT STM sudah membuat pemkot lega. Per pekan ketiga Oktober, capaian PT PKB sudah 93 persen. Namun, Rusdiyanto melihat pentingnya mendorong tenant untuk ikut berkomitmen menyelesaikan pekerjaan mereka secara tepat waktu. Persoalan itu, kata dia, akan dibahas pada rapat evaluasi Kamis depan. ’’Kaitannya dengan pekerjaan yang menjadi tanggung jawab tenant, kami berharap agar PT STM untuk ikut mendorong tenant agar bisa menyelesaikan dengan cepat,’’ ujarnya.

’’Untuk keseluruhannya, kami optimistis 12 November bisa soft opening. Namun untuk tenant-tenant, pasti ada tenant yang baru buka setelah itu,’’ imbuh Rusdiyanto.

Evaluasi yang akan digelar Kamis mendatang antara pemkot, PT STM, PT PKB, dan PT Pilarempat Consultant bakal membahas progres terkini revitalisasi Plaza Lawu secara menyeluruh. Kabid Akuntansi dan Aset BPKAD Sidik Muktiaji menyebut, rapat evaluasi Kamis depan salah satunya akan membahas upaya yang perlu dilakukan untuk bisa mengejar deadline soft opening pada 12 November. ‘’Khususnya, pekerjaan tenant yang sampai saat ini masih terus berlangsung. Karena itu di luar tanggungan PT PKB selaku pelaksana,’’ bebernya.

Disamping itu, pemkot juga berencana menagih janji PT STM untuk mengakomodir UMKM setempat di Plaza Lawu. Sejauh ini, belum ada pembicaraan lebih lanjut antara pemkot dan PT STM terkait rencana tersebut. Yang dijanjikan baru sebatas space khusus bagi UMKM di pusat perbelanjaan itu. ‘’Tapi yang terpenting untuk dibahas, bagaimana komitmen semua pihak untuk menyelesaikan proyek ini. Termasuk tenant yang akan mengisi, karena pekerjaan di space mereka, ya mereka yang tanggung sendiri,’’ kata dia.

Chief Inspector PT Pilarempat Consultant Amar Choiri mengingatkan kepada PT STM untuk memberi ketegasan terhadap tenant. Sebab, nasib pekerjaan di interior plaza bergantung pada mereka. Di satu sisi, PT PKB telah menyelesaikan seluruh pekerjaan mereka di interior mall. Namun di sisi lain, tenant masih terus bekerja menata space masing-masing. Problemnya, penataan yang dilakukan tidak enteng. Bioskop misalnya. ’’Itu PT PKB hanya membangun ruang-ruang. Pemasangan seluruh material di dalamnya kewajiban tenant,’’ terangnya.

Akan jadi persoalan baru ketika pekerjaan tenant mengganggu hasil pekerjaan PT PKB. Terutama ketika mereka diharuskan membongkar sementara bagian-bagian di interior Plaza Lawu yang sudah jadi untuk keperluan penataan. Tenant, kata Amar, punya tanggungjawab memperbaiki ketika ada kerusakan. Sekecil apapun. ‘’Karena itu, tenant juga harus ada deadline, kapan mereka mampu menyelesaikan pekerjaannya. Pada rapat evaluasi nanti setidaknya harus ada komitmen mengenai itu,’’ pungkasnya.(naz/ota)

 

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button