Madiun

324 Pendaftar CPNS Kota Madiun Tidak Memenuhi Syarat

MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Pendaftaran calon pegawai negeri sipil (CPNS) di lingkungan Pemkot Madiun resmi ditutup pukul 23.59 Selasa (26/11). Data terbaru pukul 16.00 kemarin, tiga formasi khusus disabilitas nihil pendaftar.

Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kota Madiun Haris Rahmanudin memastikan kekosongan formasi disabilitas bisa diisi formasi umum. Merujuk Permen PAN-RB 23/2019. Jika formasi disabilitas nihil pendaftar, otomatis diisi formasi umum. ‘’Langsung secara otomatis diisi umum,’’ kata Haris Selasa (26/11).

Dari update terakhir, panitia seleksi (pansel) mencatat 4.239 pendaftar. Meningkat drastis dari tahun lalu berkisar 3.600 pendaftar. Kendati formasi tahun ini lebih sedikit. ‘’Tahun lalu 174 formasi, tahun ini 164 formasi,’’ sebutnya.

Dari total berkas pendaftar, yang telah diverifikasi dan dinyatakan memenuhi syarat mencapai 2.077 pendaftar. Sementara itu, 324 pendaftar dinyatakan tidak lolos lantaran tidak memenuhi syarat (TMS). Haris menjelaskan, ada berbagai pertimbangan penentuan TMS. Mulai indeks prestasi kumulatif (IPK) hingga berbagai syarat lainnya. ‘’Mayoritas IPK tidak memenuhi syarat,’’ ungkapnya.

Namun, keputusan itu dapat berubah saat masa sanggah. Kemarin sedikitnya ada 1.838 berkas pendaftar yang menjadi pekerjaan rumah tim verifikator. Begitu pendaftaran resmi ditutup, verifikasi ditenggat kelar seminggu. ‘’Bisa jadi berubah karena tahun ini ada masa sanggah,’’ imbuhnya.

Masa sanggah dibuka selama tiga hari. Sedangkan panitia seleksi (pansel) memiliki waktu maksimal tujuh hari untuk memverifikasi ulang berdasarkan sanggahan yang diajukan pendaftar. Setiap perubahan dari verifikasi ulang harus disertai berita acara  yang diketahui seluruh pansel untuk memenuhi unsur transparansi dan akuntabel. ‘’Sejauh ini tim verifikasi belum menemui kendala berarti,’’ tuturnya.

Haris kembali menegaskan dan memperingatkan kepada pendaftar agar tidak mudah percaya terhadap oknum yang menawarkan jasa dapat meloloskan proses seleksi CPNS. Apalagi dengan imbalan tertentu. ‘’Itu tidak dapat dipertanggungjawabkan,’’ katanya. (kid/c1/fin)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button