Ponorogo

32 Bus Langgar Aturan Main

PONOROGO, Jawa Pos Radar Ponorogo – Sanksi larangan beroperasi terancam dijatuhkan kepada sejumlah perusahaan otobus (PO). Setelah mereka kedapatan menyalahi aturan yang berlaku. Seperti penyimpangan trayek dan kondisi bus yang tidak layak.

Kepala Satuan Pelaksana (Kasatpel) Terminal Tipe A Seloaji Eko Hadi Prasetyo menyebutkan, selama 18 hari terakhir pihaknya mendapati 32 kasus pelanggaran bus. Paling banyak adalah penyimpangan trayek. ‘’(Pelanggaran) didominasi izin trayek yang sudah kedaluwarsa atau bus beroperasi tidak sesuai trayeknya,’’ kata Eko Selasa (18/2).

Jenis pelanggaran yang dimaksud, misalnya, masih adanya operator bus yang menaikturunkan penumpang di terminal. Kasus itu sempat dialami oleh PO Lorena beberapa hari lalu. Mereka kedapatan menurunkan penumpang di Terminal Seloaji. ‘’Padahal, kalau sesuai trayeknya, seharusnya Jakarta-Malang. Sementara, trayek yang ke Ponorogo sudah mati,’’ ungkapnya.

Selain PO Lorena, ada PO AM Trans yang izin trayeknya khusus Ponorogo–Jakarta sudah habis sejak awal Februari. Karena kedapatan melanggar, pihaknya memberikan sanksi tilang. ‘’Ada PO yang alasannya hanya mampir untuk menurunkan penumpang. Tapi, apa pun alasannya, itu tetap saja namanya penyimpangan trayek,’’ terang Eko.

Menurut dia, pelanggaran tersebut banyak terjadi karena aturan ketat izin trayek. Dari sebelumnya mesti diperbarui dalam waktu lima tahun, saat ini izin trayek untuk AKAP harus dilakukan setiap tahun. ‘’Selebihnya, selain pelanggaran terhadap trayek, juga ada beberapa bus yang tidak layak jalan karena kondisi busnya,’’ kata Eko. (naz/c1/her)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close