Madiun

30 CCTV Cari Pelaku Tabrak Lari, Dugaan Belum Mengarah ke Truk Fuso

MADIUN, Jawa Pos Radar Caruban – Polisi mengantongi puluhan unit kamera pengawas. Peranti perekam itu dikumpulkan demi menguak misteri tabrak lari di Jalan Raya Surabaya–Madiun Km 138–139. Rekamannya bisa menjadi petunjuk terkait terjatuhnya motor Honda Tiger S 5301 RJ di ruas Sugihwaras, Saradan. Kendaraan yang terlibat laka lantas diduga truk Fuso.

Dua pengendara motor, Ricco Maytricio, 15, dan Muhamat Bagus Satria, 17, tewas. Kedua remaja asal Desa Kedungbocok Lor, Tarik, Sidoarjo, itu meregang nyawa dalam kondisi terpanggang. ‘’Total 25–30 kamera CCTV,’’ kata Kanit Laka Satlantas Polres Madiun Iptu Nanang Cahyono Senin (14/10).

Nanang menyebut, puluhan CCTV milik instansi atau warga. Tersebar di ruas jalan nasional Saradan hingga Madiun. Pihaknya juga memeriksa kamera pengawas di ruas tol Solo-Kertosono (Soker). Koordinasi dengan para pemilik dilakukan untuk melihat rekaman lalu lalang kendaraan. Sebelum dan sesudah insiden terjadi sekitar pukul 22.30. ‘’Sejauh ini belum mengarah ke dugaan truk. Tapi kami terus membaca rekaman,’’ paparnya.

Unit laka belum bisa memastikan serpihan bodi dan plakat bodi truk yang terserak di tempat kejadian perkara (TKP) bagian kendaraan penabrak korban. Mengingat para saksi yang dimintai keterangan belum bisa memastikan 100 persen. Entah penabraknya truk atau kendaraan lain. ‘’Tapi tetap sebagai bahan penyelidikan lebih lanjut,’’ ujarnya.

Nanang menyatakan, minimnya saksi dan alat bukti menjadi kendala menemukan pelakunya. Sebab, kejadian saat malam dan minim penerangan. Terlepas itu, pihaknya menduga kendaraan bukan dari Madiun. Menilik banyak kendaraan luar daerah yang lewat jalur nasional tersebut. ‘’Tim di lapangan terus bekerja. Kami berharap pelaku bisa menyerahkan diri,’’ ucap mantan kanit regident Satlantas Polres Magetan tersebut. (mgc/c1/cor)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close