Ponorogo

3 Nama Bakal Gantikan Bambang

Jika Kepala BPPKAD Itu Resmi Pensiun Dini

PONOROGO, Jawa Pos Radar Ponorogo – Keputusan Kepala Badan Pendapatan, Pengelolaan Keuangan, dan Aset Daerah (BPPKAD) Ponorogo Bambang Tri Wahono macung di pemilu kepala daerah (pilkada) sisakan masalah. Setelah pensiun dininya berlaku, kursinya bakal kosong. ‘’Sementara akan diisi pelaksana tugas (Plt),’’ kata Sekda Ponorogo Agus Pramono Rabu (2/9).

Surat dan berkas pengunduran diri Bambang sudah diproses di pemkab. Agus juga telah menandatanganinya. Surat tersebut juga jadi syarat bagi Bambang untuk mencalonkan diri mendampingi petahana ke Komisi Pemilihan Umum (KPU). ‘’Sudah diproses sejak diajukan dua pekan yang lalu,’’ ujarnya.

Agus mengatakan bakal menyiapkan pengganti sementara Bambang. Sebab, posisi BPPKAD vital dalam mengelola keuangan daerah. Juga ada ketentuan khusus dalam menetapkan pengganti Bambang. ‘’Plt kepala BPPKAD harus eselon II-B. Terlebih, keuangan ini harus dipegang orang-orang berkompeten,’’ terang Agus.

Mengingat Bupati Ipong Muchlissoni juga mencalonkan diri dalam pilkada, pemilihan Plt kepala BPPKAD akan dilakukan Wakil Bupati (Wabup) Soedjarno. Ketika Ipong cuti kampanye, Soedjarno jadi Plt bupati. Agus mengklaim sudah mengantongi tiga nama yang masih dirahasiakan. ‘’Tergantung Plt bupati, penggantinya beliau yang memutuskan,’’ jelasnya. (naz/c1/sat)

Bapaslon Dilarang Bawa Massa ke KPU

PINTU kantor sekretariat Komisi Pemilihan Umum (KPU) Ponorogo tertutup untuk massa pendukung bakal pasangan calon (bapaslon). Saat pendaftaran peserta Pilkada Ponorogo 2020 mulai besok, hanya bapaslon dan pengurus partai politik (parpol) pengusung. ‘’Yang boleh masuk hanya unsur-unsur tersebut,’’ kata Komisioner Divisi Teknis Penyelenggaraan KPU Ponorogo Arwan Hamidi Rabu (2/9).

Pendaftaran bapaslon dibuka 4-6 September. Peraturan KPU (PKPU) jadi pedoman pembatasan massa tersebut. Sedangkan pengurus parpol terdiri dari ketua dan sekretaris yang menandatangani form KWK pencalonan. ‘’Aturan ini dipertegas karena masih dalam situasi pandemi Covid-19,’’ ujarnya.

Pihaknya sudah menyosialisasikan kepada seluruh parpol. Harapannya, pengantar pendaftaran bapaslon di KPU seminimal mungkin. ‘’Agar tidak diantarkan pendukung masing-masing. Kami juga koordinasi dengan Satgas Penanggulangan Covid-19,’’ urainya.

Pun yang masuk ruang pendaftaran dibatasi sesuai kapasitas. Meski berkapasitas 70 orang, namun yang boleh masuk hanya 30 orang. ‘’Protokol pencegahan Covid-19 harus diterapkan semaksimal mungkin. Harus ada pengurangan karena situasi yang sedang dihadapi saat ini,’’ jelas Arwan. (naz/c1/sat)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
               
         
close