AdvertorialMadiun

3.763 Pekerja Informal Masuk Program Siaga Kita

MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Program asuransi tenaga kerja informal Kota Madiun atau ‘Siaga Kita’ resmi di-launching, Rabu (9/9). Program tersebut bertujuan memberikan perlindungan sosial bagi pekerja informal apabila mengalami kecelakaan kerja.

Wali Kota Madiun Maidi mengatakan, dalam penerapannya para pekerja informal bakal didaftarkan sebagai peserta jaminan sosial ketenagakerjaan. Meliputi jaminan kecelakaan kerja (JKK) dan jaminan kematian (JKM) dari BPJS Ketenagakerjaan.

FOTO: DISKOMINFO FOR RADAR MADIUN

Pemberlakuan program Siaga Kita itu, menurutnya, sudah diatur dalam Perda 6/2020 tentang penyelenggaraan JKK dan JKM bagi pekerja bukan penerima upah (PBPU).  ‘’Kita tidak tahu semisal pekerja itu mengalami kecelakaan kerja dan anaknya masih kecil sehingga dia tidak bisa bekerja mencari uang. Nah, dengan adanya program ini setidaknya dapat memberikan jaminan. Jadi, sebelum kesusahan itu terjadi sudah kami lindungi,’’ kata Maidi.

Total ada 3.763 pekerja informal yang dimasukkan menjadi peserta program Siaga Kita. Mereka sebelumnya sudah didata dan divalidasi. Mulai dari penduduk yang bekerja di sektor informal, tergolong rumah tangga miskin (RTM), dan merupakan warga asli Kota Madiun.

FOTO: DISKOMINFO FOR RADAR MADIUN

Maidi mencontohkan mereka yang termasuk dalam program itu mayoritas adalah tukang becak, pekerja pabrik dan bukan tenaga upahan serta pedagang mracang. Pada tahun ini, pemkot mengalokasikan anggaran sebesar Rp 900 juta untuk membayar subsidi premi kepesertaan ke BPJS Ketenegakerjaan selama Januari 2021. ‘’Karena tahun ini terkenda refocusing, tahun depan alokasi anggarannya coba akan kami tambah,’’ ujar mantan Sekda Kota Madiun tersebut.

FOTO: DISKOMINFO FOR RADAR MADIUN

Mekanismenya, pemkot membayarkan premi ke BPJS Ketenagakerjaan sebesar Rp 16.800 per orang per bulan. Perinciannya, jaminan kematian (JKM) Rp 10 ribu dan jaminan kecelakaan kerja (JKK) Rp 6,8 ribu. ‘’Jadi, ada dua jaminan dalam program ini yang bakal didapatkan penerima manfaat. Yaitu, JKM dan JKK,’’ terang Maidi.

Kemudian penerima manfaat yang meninggal, lanjut dia, ahli warisnya akan mendapat santunan Rp 24 juta. Sedangkan, jika kematian tersebut disebabkan kecelakaan kerja bakal memperoleh Rp 48 Juta. Pun, jika masih memiliki anak yang sekolah akan mendapatkan beasiswa. ‘’Cacat akibat kecelakaan kerja juga mendapatkan santunan,’’ ujarnya.

FOTO: DISKOMINFO FOR RADAR MADIUN

Sementara itu, Kepala BPJS Ketenagakerjaan cabang Madiun Tito Hartono mengapresiasi respon pemkot dalam membantu masyarakat di sektor informal. Dengan program Siaga Kita, pihaknya berharap perekonomian masyarakat dapat tumbuh pesat lantaran sudah terlindungi. (her/adv)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
close