Ngawi

3.277 Lulusan SD-MI di Ngawi Tak Tertarik Daftar SMP Negeri

NGAWI, Jawa Pos Radar Ngawi – Pil pahit harus ditelan Dinas Pendidikan (Dindik) Ngawi dalam penerimaan peserta didik baru (PPDB) 2021/2022. Keterisian pagu 49 SMP negeri minus 15,3 persen dari total 8.352 siswa. Pendaftar yang diterima 7.070 hasil penjaringan empat jalur yang terbagi dalam dua tahapan.

Data yang dihimpun, lima dari 49 SMPN menjaring peserta didik di bawah 50 persen. Kelimanya SMPN 2 dan 3 Kedunggalar, 1 dan 4 Karanganyar, serta 3 Sine. Lalu, 34 lembaga memenuhi pagu di rentang 50 hingga 98 persen. ‘’Hanya 10 SMPN yang pagunya terisi penuh,’’ kata Kepala Dindik Ngawi Taufiq Agus Susanto, Rabu (16/6).

Taufiq menaksir 3.277 dari 10.523 siswa lulusan SD dan MI belum mendaftar. Artinya, potensi pendaftar hilang 31,1 persen. Siswa lulusan itu kemungkinan tidak tertarik mendaftar SMP negeri. Mereka pilih masuk di SMP swasta atau lembaga di bawah naungan Kementerian Agama. ‘’Tidak masalah tidak daftar di SMP negeri. Yang terpenting mereka bersekolah,’’ tuturnya.

Kabid Pendidikan Menengah Dindik Ngawi Samirun menambahkan, lima SMPN yang belum memenuhi pagu hingga 50 persen bakal dievaluasi. Salah satu poinnya adalah alokasi pagu. Sebab, pihaknya menampung usulan masing-masing sekolah dalam penentuan jatah peserta didik. ‘’Ke depannya yang diakomodasi capaian keterpenuhan pagu saat ini (hasil PPDB, Red),’’ ucapnya.

Kinerja lembaga pendidikan juga akan dievaluasi dindik. Minimnya keterisian pagu menandakan sekolah itu kurang diminati warga setempat. Dindik bakal mendorong kepala sekolah, pengawas, dan tenaga pendidik untuk meningkatkan kualitas pelayanan hingga mutu pendidikan. ‘’Hasil PPDB tahun ini menjadi bahan penting evaluasi,’’ tandasnya. (sae/c1/cor)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button