Pacitan

29 Petugas Ad Hoc Reaktif

Dinonaktifkan Sementara dan Diganti

PACITAN, Jawa Pos Radar Pacitan – Hasil tes cepat yang dilakukan terhadap 2.459 petugas penyelenggara pilkada dirilis KPU Pacitan Kamis (16/7). Hasilnya terdapat 29 petugas yang dinyatakan reaktif berdasarkan rapid test. Selanjutnya mereka akan menjalani swab test oleh Tim Gugus Tugas Penanggulangan (TGTP) Covid-19.

Ketua KPU Pacitan Sulis Styorini mengaku pihaknya langsung bertindak dengan adanya temuan tersebut. Selain meminta mereka untuk karantina mandiri, status panitia pemilihan kecamatan (PPK) yang reaktif dinonaktifkan sementara waktu. Sedangkan, petugas pemutakhiran data pemilih (PPDP) suspect posisinya diganti. ‘’Kami serahkan pada TGTP untuk pemeriksaan selanjutnya,’’ kata Rini, sapaan Sulis Styorini.

Rini menegaskan persiapan Pilkada Pacitan tidak terpengaruh sekalipun puluhan petugas penyelenggara pilkada dinyatakan reaktif. ‘’Jadi, kami pastikan seluruh petugas coklit (PPDP) nonreaktif rapid test,’’ ujar komisioner KPU Pacitan dua periode itu.

Dia berharap temuan tersebut tidak sampai membuat warga panik. Rini menginginkan warga tetap terbuka ketika ada PPDP melakukan coklit di rumah. ‘’Kalau dari kami memang sudah lakukan persiapan dalam rangka coklit ini. Termasuk kegiatan dan prosedur pengambilan coklit, serta penggunaan alat pelindung diri (APD),’’ terang Rini.

Jubir TGTP Covid-19 Pacitan Rahmad Dwiyanto menyatakan para penyelenggara pilkada yang reaktif tersebut bakal dilakukan tes usap. Selain itu, kondisi kesehatannya akan dipantau berkala. ‘’Kami swab test langsung untuk memastikan petugas KPU bebas korona,’’ katanya. (gen/c1/her)

Ada Tambahan Kasus Diumumkan lewat Video

PERKEMBANGAN Covid-19 tidak akan disampaikan oleh TGTP Pacitan secara tatap muka. Mereka mengganti format konferensi pers itu dengan siaran virtual. ‘’Nanti kami rekam dan share. Jadi, teman-teman wartawan dan masyarakat bisa melihatnya,’’ kata Jubir TGTP Covid-19 Pacitan Rahmad Dwiyanto Kamis (16/7).

Perubahan itu sengaja dilakukan untuk meminimalkan penularan virus korona. Termasuk bagian dari pengimplementasian Perbup 57/2020 terkait larangan berkerumun lebih dari 10 orang. ‘’Setidaknya intensitas tatap muka akan lebih berkurang. Kami ganti ke virtual,’’ ujar kepala diskominfo tersebut.

Di sisi lain, peran Bupati Indartato dalam menyampaikan perkembangan kasus Covid-19 Pacitan bakal dikurangi. Laporan kasus baru harian akan diumumkan oleh jubir. Sedangkan, laporan bulanan akan dipaparkan oleh bupati langsung. ‘’Semisal nanti ada yang kurang jelas bisa langsung diklarifikasi via telepon,’’ terang Rahmad. (gen/c1/her)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
               
         
close