Ponorogo

28 Tahun Isyanto Menjadi Perajin Wayang Kulit dan Wayang Beber

Kecintaan Isyanto terhadap kesenian wayang mengantarkannya menjadi seorang perajin. Sudah 28 tahun dia membuat wayang kulit dan wayang beber. Dijual mulai belasan juta hingga ratusan juta rupiah, tergantung peruntukannya.

RONAA NISA, Jawa Pos Radar Ponorogo

MEMASUKI rumah Isyanto bagai mengunjungi galeri seni. Berbagai lukisan terpajang. Di salah satu sudut ruangan, terpampang sejumlah wayang kulit dan wayang beber karya pria berusia 63 tahun itu. ‘’Kali pertama tertarik dengan wayang waktu masih SD,’’ kata warga Kertosari, Babadan, tersebut.

Minat Isyanto terhadap seni pewayangan terasah sejak dia berkenalan dengan seorang guru yang juga menyukai wayang. Mempelajari seluk-beluk wayang membuat Isyanto dewasa mantap menjadi perajin. Dia membuat wayang untuk pementasan dan koleksi. ‘’Saya membuat wayang kulit dan wayang beber sudah 28 tahun,’’ ujarnya.

Harga wayang untuk pementasan paling mahal Rp 15 juta. Beda untuk koleksi. Suatu ketika, seorang jenderal TNI pernah memesan wayang beber. Ukurannya 4,2 meter persegi. ‘’Waktu ambil pesanan, kata anak buahnya mau diantar pakai pesawat hercules. Harganya waktu itu lebih dari Rp 100 juta,’’ kenangnya.

Karya Isyanto merambah hingga Singapura, Jerman, dan Belanda. Menurut dia, kesulitan bagi perajin wayang adalah memahami karakter tokoh pewayangan yang akan dibuat. Dia mengaku butuh waktu enam tahun mempelajari penokohan dalam kesenian tersebut. ‘’Jika pesanan tidak sesuai karakteristik tokoh wayangnya, saya coba luruskan,’’ tuturnya.*(naz/c1)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button