Madiun

28 Desa di Kabupaten Madiun Berpotensi Krisis Air Bersih

MADIUN – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Madiun mulai memetakan wilayah rawan kekeringan. Langkah itu untuk mengerucutkan desa yang berpotensi krisis air bersih saat kemarau. ‘’Datanya belum final,’’ kata Plt Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Madiun Supriyanto Minggu (14/7).

Menurut Supriyanto, penentuan wilayah rawan kekeringan mempertimbangkan banyak aspek. Tidak hanya kondisi dan cuaca terkini, tapi juga kejadian kekeringan periode sebelumnya. Pihaknya sejatinya sudah mengantongi basis data wilayah rawan. Namun, tidak bisa dijadikan patokan saklek karena datangnya kekeringan tidak bisa diprediksi. ‘’Wilayahnya tidak beda jauh,’’ ujarnya.

Tahun lalu, 28 desa ditetapkan siaga darurat bencana kekeringan. Status merah itu diberikan dengan pertimbangan puluhan desa dari enam kecamatan itu sulit memperoleh air bersih. Enam kecamatan rawan itu Dagangan, Dolopo, Wungu, Geger, Gemarang, dan Kare. Dolopo dan Kare jadi wilayah terawan dengan masing-masing tujuh desa. Paling sedikit Geger dengan dua desa.

Supriyanto menjelaskan, daerah rawan kekeringan dikategorikan kawasan minim sumber air dan suplai air bersih. Sedangkan, hingga kini belum ada kepala desa (kades) mengajukan permohonan dropping air bersih. ‘’Berkaca tahun lalu, pengajuan Agustus dan September,’’ tuturnya kepada Radar Caruban.

BPBD belum bisa memprediksi desa-desa yang berpotensi lebih awal minta dipasok air. Sebab, kecenderungannya baru mengajukan tatkala air bersih untuk kebutuhan primer sudah tidak terpenuhi. Termasuk kemungkinan Desa Tawangrejo, Gemarang, yang tahun lalu minta pasokan air bersih. ‘’Mudah-mudahan tidak ada,’’ harap Supriyanto.

Pihaknya telah berkoordinasi dengan PDAM Tirta Dharma Purabaya dan PT Jasa Tirta. Kedua instansi tersebut siap membantu menyuplai air bersih ketika datang permintaan sewaktu-waktu dari pemerintahan desa (pemdes). Dia tidak menyebut nominal dana yang disiapkan untuk pengadaan air bersih. Hanya, dia menegaskan soal anggaran tidak akan ada masalah. Sebab, urusan bencana kekeringan lebih luwes ketimbang musibah lainnya. ‘’Ada banyak pihak yang siap meng-cover,’’ katanya. (cor/c1/sat)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
               
         
close