Magetan

27 Tambang Pasir di Magetan Tak Terapkan Sistem Terasering

MAGETAN, Jawa Pos Radar Magetan – Puluhan tambang pasir di Magetan mengancam kelestarian alam. Betapa tidak, dari 27 galian C baik yang aktif maupun nonaktif, tak satu pun menerapkan sistem terasering. Sebaliknya, para pengusaha tambang memilih cara praktis dengan menerapkan sistem undercut yang banyak mudaratnya. ‘’Termasuk galian C yang izinnya habis di Temboro, Karas, itu,’’ kata Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Magetan Saif Muchlissun, Kamis (30/9).

Tambang pasir yang digerebek polisi di Temboro, Karas, itu jadi contoh sahih. Selain melanggar perizinan, juga membahayakan lingkungan. Akibat tidak menerapkan sistem terasering, timbul jurang sedalam puluhan meter di tambang milik MR, warga setempat, itu. Nyawa warga sekitar menjadi terancam. ‘’Banyak dampak lain yang muncul dari penerapan undercut,’’ beber Muchlis.

Menurut dia, galian yang tidak menerapkan sistem terasering sangat membahayakan kelestarian alam. Tanah yang notabene menjadi tempat penyimpanan air terkikis signifikan. Betapa banyak cadangan air terancam akibat puluhan tambang di Magetan tidak menerapkan sistem terasering. ‘’Juga membahayakan nyawa pekerja dan warga sekitar,’’ ungkapnya.

Setiap tambang, kata Muchlis, seharusnya menerapkan sistem terasering karena lebih ramah lingkungan. Ketika aktivitas penggalian selesai, lahan dapat digunakan untuk perkebunan. ‘’Dengan begitu, lingkungan tidak rusak dan ekonomi warga terangkat,’’ jelasnya. (mg5/c1/naz/her)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button