features

25 Tahun Salman Alfaris Berkarir di Dunia Hukum, Pernah Tangani Perkara Narkotika Berujung Hukuman Mati

Sudah seperempat abad Salman Alfaris menekuni dunia hukum. Selama itu pula banyak pengalaman menarik dirasakan pria asli Salatiga yang kini menjabat ketua PN Kota Madiun tersebut. Salah satunya menangani perkara besar yang sempat membuatnya tak nyenyak tidur.

SRI MULYANI, Jawa Pos Radar Madiun

SALMAN Alfaris terhitung bukan orang baru di Pengadilan Negeri (PN) Kota Madiun. Sudah dua tahun pria kelahiran 1968 itu menjadi nakhoda institusi tersebut. Sebelumnya dia malang melintang di berbagai daerah. Mulai Salatiga, Pare-Pare, hingga Pangkajene.

Karir Salman di dunia hukum dimulai pada 1996 silam saat menjadi calon hakim (cakim) di PN Magelang. Setelah naik kelas sebagai hakim, dia harus rela kerap berpindah tugas. Di antaranya, di PN Lhoksukon (Aceh), Tarakan (Kalimantan Utara), Semarang, dan Jakarta Utara. ‘’Pastinya setiap daerah punya kesan dan tantangan tersendiri,’’ ujar Salman.

Kendati demikian, pengalaman bertugas di PN Lhoksukon pada 2000-an silam paling menantang baginya. Hal tersebut tidak terlepas dari adanya konflik antara pemerintah dan Gerakan Aceh Merdeka (GAM) kala itu. ‘’Saya di sana hanya enam bulan, lalu dimutasi ke Bangko (Kabupaten Merangin, Jambi),’’ kenang alumnus jurusan Ilmu Hukum Universitas Diponegoro Semarang itu.

Salman juga tidak bisa melupakan perkara besar yang ditanganinya saat bertugas sebagai ketua PN Pare-Pare. Kala itu dia menangani perkara narkotika dengan barang bukti 30 kilogram sabu-sabu. Akhirnya, dua terdakwa masing-masing dijatuhi hukuman mati dan seumur hidup.

Perkara serupa pernah ditangani Salman selama bertugas di Kota Madiun. Pada 2019 lalu pihaknya juga menangani perkara yang berujung hukuman mati. ‘’Butuh banyak pertimbangan dan cukup menyita waktu, meskipun saya tidak bekerja sendiri,’’ sebut pria yang hobi bersepeda itu. (*/isd/c1)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
               
         
close