Ponorogo

25 Bumil di Ponorogo Meninggal karena Terpapar Korona

PONOROGO, Jawa Pos Radar Ponorogo – Sebanyak 25 dari 28 ibu hamil meninggal dunia karena terpapar korona. Banyak yang tidak tertolong saat persalinan karena keterbatasan bed di rumah sakit. Belum lagi masalah komplikasi saat kehamilan.

Ketua Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Ponorogo Lis Suwarni menyatakan bahwa ibu hamil sangat memerlukan suntikan antibodi. Sebab, mereka rentan terpapar virus. ‘’Kalau di rumah sakit ibu hamil/bersalin bakal ada penanganan dari tim selain bidan,’’ ujarnya, Selasa (31/8).

Kini, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menganjurkan bumil juga divaksin. Adapun persyaratannya sama seperti masyarakat pada umumnya. Mulai skrining suhu, tekanan darah, tidak ada komorbid, dan bebas dari alergi. Juga, bebas paparan korona minimal tiga bulan setelah kali terakhir dinyatakan negatif. ‘’Vaksinasi bagi usia kehamilan minimal di atas 13 minggu. Dosis pertama dimulai pada trimester kedua. Dosis kedua mengikuti jenis vaksin yang digunakan,’’ jelasnya. (mg7/c1/fin/her)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button