Madiun

24 Sekolah Siap PTM Pekan Depan, Pemkot Kejar Rapid Test Akbar

MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Ini baru buat anak tak boleh coba-coba. Di tangan pemimpin daerah berlatar belakang pendidik, persiapan pembelajaran tatap muka (PTM) digodok betul.

Kota Madiun menjadi daerah pertama di Madiun Raya yang melangsungkan rapid test akbar. Tidak sekadar menyasar guru dan tenaga kependidikan. Siswa hingga tukang kebun dan keluarganya yang tinggal di sekolah ikut dites. ‘’Semua harus rapid test dulu. Terutama siswa dan gurunya,’’ kata Wali Kota Madiun Maidi.

Instruksi wali kota langsung ditindaklanjuti anak buahnya. Karena itu, jadwal rapid test antibody untuk guru yang sedianya dilaksanakan Rabu (4/11) mundur. Puskesmas sebagai kepanjangan tangan dinas kesehatan dan keluarga berencana (dinkes-KB) menjadwal ulang. Menyusul dimasukkannya siswa hingga tukang kebun dalam daftar. ‘’Hari ini (kemarin, Red) puskesmas menjadwal pelaksanaan rapid dan sudah klir. Siswa juga dimasukkan dalam list,’’ kata Kepala Dinas Pendidikan (Dindik) Kota Madiun Heri Wasana.

Total siswa, guru, dan karyawan sekolah yang menjalani rapid test mencapai 8.057. Berasal dari kelas I dan VI SD, serta IX SMP. Hari ini (5/11) mereka dijadwalkan secara bertahap mengikuti rapid test di wilayah kerja enam puskesmas. Khusus madrasah wajib mengajukan permohonan ke pemkot terlebih dahulu. ‘’Pelaksanaan rapid test tetap sesuai prosedur. Puskesmas ahlinya, tentu akan menghindari kerumunan,’’ ujarnya.

Kabid Pendidikan Dasar (Pendas) Dindik Kota Madiun Slamet Hariyadi menuturkan, PTM dilangsungkan bertahap menyesuaikan jadwal rapid test terbaru. Pembelajaran tetap dimulai awal pekan depan (9/11) bagi sekolah yang telah menjalani tes cepat. Sekolah lain menyusul sesuai jadwal rapid test lanjutan. ‘’Seperti di SDN 05 Madiun Lor, rapid test ke Puskesmas Patihan. Jadwalnya 20 November,’’ kata Hariyadi.

Setiap puskesmas sanggup melayani rapid test bagi dua sekolah setiap harinya. Dikalikan enam puskesmas, maka 12 sekolah rampung tes cepat dalam seharinya. Terhitung Kamis-Jumat (5-6/11), sudah 24 sekolah siap menyongsong PTM di awal pekan depan. ‘’Bagi sekolah yang masih menunggu giliran rapid test, tetap melangsungkan PJJ (pembelajaran jarak jauh, Red),’’ ujarnya.

Uji coba PTM hanya diikuti siswa kelas I dan VI SD serta kelas IX SMP yang mendapat persetujuan orang tua. Pemkot membentuk tim monitoring dan evaluasi (monev). Terdiri dari unsur dindik, dishub, satpol PP, dan dinkes-KB. Lintas organisasi perangkat daerah (OPD) itu wajib memantau jalannya PTM. ‘’Satpol PP patroli warung. Dishub mengoordinasi antar-jemput siswa. Dinkes monitor protokol kesehatan. Dindik mengawal pembelajaran,’’ paparnya. (kid/c1/fin)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button